Selasa, 20 Mei 2014

Hanya Pengagum Sang Rembulan

Aku tak semestinya berpijak diantara ragu yang tak berbatas
hanya matamu yang memanggil ragaku tetapi tak bisa ku dekap
hanya aroma tubuhmu yang bisa kurasakan tetapi,kau tak bisa kumiliki,
aku terus mencari,
dan terus mencari sampai akhirnya ku sadar bahwa diriku,
hanya sisa-sisa keiklasan yang tidak di ikhlaskan

harum mawar membunuh bulan
rahasia tetap diam tak terucap untuk itu semua,
pada semua bisikanmu,
biarkanlah terserah matahari,
mataharipun tak masalah mengagum-ngagumi sang rembulan
yang selalu memberikan keindahan disunyi malam begitu juga diriku
yang selalu mengagumi tingkah laku keindahanmu.  
   


                                                                                     (Terinspirasi dari lirik lagu Payung Teduh)

Minggu, 18 Mei 2014

Waktu

tak ku rasa dilema cinta yang tak ada habisnya
seperti air hujan yang membasahi bumi
tak ku mengerti perjalan cinta seperti ini
yang tak ada habisnya

ku hanya bisa begini
hanya bisa menangisi
perjalanan cinta sperti ini
ooohhh..pelangi buatlah ku tersenyum

mungkin hanya waktu yang bisa berbicara
hanya waktu yang bisa menpersatukan kita
dan waktu lah yang menbuat segalanya seperti ini

Tenang

 Dengarlah kata hatimu hey kawan
kalau semua ini hanya permainan angan yang
membuatmu terlena dengan panah setan
karena itu semua tabu dan hanya keangkuhan waktu yang
tidak ingin melepaskan kita dari kebersamaan masa labil saat remaja

tenang lah sobat
sabar lah teman
berbuat lah yang manfaat
jangan sia"kan seni yang sudah kau anggap sahabat ...

Rabu, 07 Mei 2014

Misteri pendaratan UFO dan alien di sekolah Ariel di Ruwa, Zimbabwe

Pada tanggal 14 September 1994, sebuah UFO terlihat membelah langit Afrika. Dua hari kemudian, sesuatu mendarat di halaman sebuah sekolah di Ruwa, Zimbabwe. Dari dalam benda misterius tersebut, keluar sesosok makhluk aneh yang belum pernah terlihat sebelumnya. Penampakan ini disaksikan oleh 62 pelajar yang saat itu sedang bermain di lapangan sekolah.

Hari itu tanggal 16 September 1994.

Sekitar 20 kilometer dari kota Harare, tepatnya di kota Ruwa, sekumpulan pelajar sekolah yang sedang bermain akan segera mengalami sesuatu yang luar biasa.

Saat itu pukul 10:15 pagi. Para guru di sekolah dasar Ariel sedang mengikuti rapat. Jadi, para murid dibiarkan bermain tanpa pengawasan. Satu-satunya orang dewasa yang ada di sekolah itu adalah seorang ibu yang sedang berjualan di kantin sekolah.


Jadi, sebagian murid pergi ke lapangan dan bermain bola kaki. Sekolah Ariel sendiri memiliki murid dari berbagai etnis dan latar belakang.

Setelah bermain selama beberapa lama, tiba-tiba beberapa diantara mereka menunjuk ke atas dengan ekspresi kaget. Anak-anak lainnya segera menoleh ke langit.

Terlihatlah tiga buah objek bulat aneh berwarna perak terbang melintasi sekolah. Beberapa detik kemudian, diiringi cahaya yang terang benderang, tiga objek itu menghilang untuk kemudian muncul di tempat lain. Proses ini terjadi beberapa kali hingga gerakannya mulai melambat.

Lalu, salah satu diantaranya mulai menurunkan ketinggian dan mendarat di bagian tanah yang penuh dengan pohon dan semak sekitar 100 meter dari lapangan tempat anak-anak bermain.

Saat itu ada 62 pelajar berusia antara 6 -12 tahun yang menyaksikan pemandangan ini secara langsung.

Tidak lama kemudian, sesosok pria kecil dengan tinggi sekitar 1 meter, muncul di bagian atas objek tersebut. Lalu, ia turun dan berjalan dengan cara yang aneh.

Menurut kesaksian yang diceritakan oleh anak-anak itu, pria kecil itu memakai pakaian berwarna hitam ketat yang terlihat bersinar. Wajahnya pucat dan rambutnya berwarna hitam panjang hingga sebahu (Kesaksian lain menyebutkan kalau makhluk ini tidak berambut). Pria kecil itu juga memiliki leher yang agak panjang dengan mata yang besar dan bulat.

Menyaksikan pemandangan yang luar biasa itu, anak-anak yang lebih kecil segera menangis ketakutan. Mereka mengira iblis telah datang untuk memakan mereka. Di kebudayaan Zimbabwe memang ada legenda mengenai Tokoloshis, iblis yang suka memakan anak kecil.

Salah seorang anak kemudian berlari ke kantin sekolah sambil berteriak minta tolong. Namun, ibu penjaga menolak untuk meninggalkan kantinnya karena kuatir barang jualannya akan dicuri oleh anak-anak lainnya.

Ketika menyaksikan sekumpulan pelajar yang terbengong-bengong itu, pria kecil itu sepertinya mulai ragu-ragu, lalu berjalan menjauh dan menghilang. Kemudian, sesosok pria kecil lainnya, entahkah pria yang sama atau yang berbeda, muncul di bagian belakang objek tersebut.

Beberapa saat kemudian, pria kecil itu tidak terlihat lagi dan objek itu segera terbang dan menghilang di langit.

Peristiwa penampakan ini berlangsung sekitar 15 menit dan membuat anak-anak sekolah itu mengalami shock.

Berita mengenai adanya pendaratan UFO dan makhluk alien di dekat sekolah Ariel segera membuat para peneliti UFO berdatangan ke lokasi tersebut. Mereka mewawancarai anak-anak tersebut dan meminta mereka untuk mengingat kembali peristiwa misterius tersebut.

"Awalnya, aku mengira kalau ia adalah tukang kebun," Kata salah seorang anak kelas empat. "Lalu aku menyadari kalau makhluk itu adalah alien."Anak itu juga mengatakan kalau makhluk itu memiliki mata yang sangat besar, seukuran bola rugby. Mengenai cara berjalannya, ia mengatakan kalau makhluk itu "Memantul seperti sedang berada di bulan, walaupun tidak sama persis."

Walaupun diliputi ketakutan, beberapa anak terlihat sangat tertarik dengan sosok misterius tersebut.


Sekolah Ariel, Ruwa, Zimbabwe
Isabella, 10 tahun, berkata: "Ia hanya menatap kami. Ia terlihat menakutkan. kami berusaha untuk tidak menatapnya. Namun mata dan hatiku seperti terbawa olehnya."

Menariknya, Isabella dan anak-anak lain percaya kalau makhluk itu telah melakukan komunikasi lewat pandangan matanya dan berkata kepada anak-anak itu bagaimana manusia telah melakukan perbuatan-perbuatan buruk yang merusak planet bumi.

Elsa (Bukan nama asli), juga menegaskan hal ini. Ketika melihat makhluk itu, pikirannya hanyut oleh kekuatiran mengenai kondisi bumi yang kian parah. Ia yakin kalau makhluk ini hendak mengatakan sesuatu mengenai masa depan bumi.

"Dunia ini akan berakhir, mungkin karena kita tidak menjaga planet ini atau udaranya. Seperti kondisi dimana pohon-pohon akan bertumbangan, udara semakin habis dan orang-orang menjadi sekarat. Pikiran-pikiran itu sepertinya masuk ke kepalaku dari mata pria kecil itu."

Elsa berkata kalau ia diliputi oleh kekuatiran itu hingga ia pulang ke rumah.

Cynthia Hind, salah seorang peneliti UFO Afrika, yang ikut menyelidiki kasus ini keesokan harinya, meminta murid-murid untuk menggambar apa yang disaksikan oleh mereka. Cynthia mendapatkan 35 gambar sketsa yang menunjukkan objek-objek yang serupa.

Salah seorang anak perempuan yang memberikan gambarnya bahkan berkata: "Aku bersumpah demi seluruh rambut di kepalaku dan demi Alkitab kalau aku mengatakan hal yang sebenarnya."

Apa yang sebenarnya telah terjadi di Ruwa?

Apakah anak-anak ini telah sepakat untuk memberitakan kabar bohong?

Peristiwa penampakan yang terjadi di sekolah Ariel ini dianggap sebagai salah satu misteri UFO paling penting di masa modern ini. Banyak orang telah berusaha menjelaskan peristiwa ini, namun tidak ada satupun yang bisa memberikan jawaban yang cukup memuaskan.

Salah satu tayangan televisi Afrika pernah mengemukakan teori kalau anak-anak tersebut mungkin telah salah mengidentifikasi gas rawa. Tentu saja teori ini cukup mengada-ngada. Bagaimana mungkin gas rawa bisa terlihat seperti pria kecil bermata besar?

Jika bukan itu, lalu apa kemungkinan lainnya?

Mari kita lihat satu persatu.

Kemungkinan pertama adalah, anak-anak ini telah ditipu oleh sekelompok orang iseng. Kelompok orang iseng ini mungkin telah membuat UFO buatan dan meminta seorang anak kecil untuk menyamar menjadi alien. Mereka menjadikan anak-anak ini sebagai target karena di dunia ini masih banyak orang yang percaya kalau anak kecil tidak pernah berbohong.

Tujuannya mungkin untuk sekedar gurauan, kampanye lingkungan hidup atau untuk menciptakan propaganda mengenai keberadaan alien.

Jika iya, bagaimana cara mereka membuatnya?

Bagaimana mereka menjelaskan pesan telepati yang diterima beberapa anak?

Kemungkinan kedua adalah, anak-anak itu sedang menyaksikan eksperimen rahasia pemerintah. Mungkin pemerintah Zimbabwe sedang mengujicobakan pesawat tempur baru mereka yang bernilai 40 quintillion dolar Zimbabwe (FYI - Kembali ke tahun 2009, harga sebutir telur di sana adalah 35 miliar dolar). Pesawat itu mendarat di dekat sekolah dan para pilotnya yang secara khusus direkrut keluar sebentar dari pesawat untuk mencari udara segar. Sedangkan telepati tersebut hanyalah khayalan dari sebagian anak.

Percayakah kalian dengan teori ini?

Kemungkinan ketiga adalah histeria massa. Dengan sebab yang tidak diketahui, mungkin 62 anak-anak sekolah ini mengalami histeria massa sehingga mereka mengalami halusinasi. Ini bisa menjelaskan terjadinya penampakan dan telepati tersebut. Pada masa lampau, histeria massa umumnya terjadi karena sebab seperti penampakan yang tidak terjelaskan, spora beracun atau propaganda yang berlebihan.

Namun dalam kasus ini, apa penyebabnya? Mereka yang mempercayai teori ini memang gagal mengidentifikasi penyebabnya.

Menurut Dr.John Mack, sesungguhnya memang tidak ada penyebab karena ia percaya kalau anak-anak ini tidak mengalami histeria massa. Dr.Mack adalah seorang profesor dari Harvard Medical School. Ia khusus mendatangi sekolah itu dan mewawancarai 12 pelajar yang turut menyaksikan peristiwa itu.

Menurutnya, anak-anak itu telah memberikan kesaksian yang konsisten sehingga membuat ia percaya kalau mereka tidak sedang mengalami histeria massa.

Kalau bukan histeria massa, lalu apa?

Kemungkinan keempat adalah, 62 anak ini telah bersekongkol untuk menipu masyarakat dunia. Mungkin beberapa minggu sebelumnya mereka telah mengadakan rapat rahasia dan menunjuk salah seorang pelajar paling cemerlang untuk menyusun sebuah skenario. Setelah itu mereka mulai menyamakan ide dan menunjuk seorang supervisor untuk mengawasi jalannya rekayasa ini. Sebelum rapat diakhiri, sang pemimpin rapat berhasil membuat semua anak ini bersumpah untuk tidak menceritakan rencana mereka kepada orang lain.

Ketika waktunya cukup tepat (saat guru-guru sedang rapat), mereka menjalankan aksinya dan akhirnya kita mendapatkan salah satu cerita perjumpaan paling menarik dalam dunia Ufologi. (Percaya atau tidak, cukup banyak orang-orang yang menganggap anak-anak ini memang berbohong)

Well, tentu saja sebagian besar dari kita akan menolak teori ini. Soalnya, apa sih yang bisa dilakukan oleh anak-anak?

Tetapi, setelah menonton film Home Alone, mungkin sebagian dari kalian mulai akan mempercayai teori ini.

Kemungkinan kelima, anak-anak ini menjumpai siluman hutan. Tokoloshis, sang iblis pemakan anak, memutuskan untuk muncul dan mencari makan siang. Namun, karena melihat jumlah anak-anak yang cukup banyak. Ia memutuskan untuk pulang ke guanya dan menyusun rencana kunjungan yang berikutnya.

Jika ini yang terjadi, betapa teknologi telah mengubah dunia (termasuk dunia roh). Ribuan tahun yang lalu, mungkin mereka hanya menggunakan karpet terbang untuk bepergian. Sekarang mereka menggunakan piring terbang bercahaya keperakan.

(Di Indonesia, roh tidak suka memakan anak-anak sekolah. Mereka lebih suka merasukinya beramai-ramai).

Kemungkinan keenam yang juga kemungkinan terakhir, anak-anak ini benar-benar telah menjumpai alien dari planet lain yang karena suatu sebab lebih peduli dengan keadaan bumi dibanding umat manusia.

Alien-alien ini memutuskan untuk mengunjungi bumi dan memperingati manusia akan potensi kehancuran yang akan datang. Mereka terbang ke Zimbabwe dan tiba-tiba mendapatkan ide kalau 62 anak ini bisa menjadi megaphone untuk memperingati dunia akan masa depan bumi yang suram (Walaupun saya akan lebih menyarankan mereka untuk mengunjungi para pembalak liar ketimbang anak-anak ini).

Tentu saja kemungkinan ini pun bisa menjelaskan penampakan dan telepati yang dialami.

Weird!

Jelas kasus ini adalah salah satu misteri yang paling menarik pada abad ini.

Satu-satunya bukti yang dimiliki hanyalah kesaksian anak-anak ini. Seorang peneliti pernah datang ke lokasi dan berusaha mencari sisa-sisa pendaratan atau radiasi, namun gagal. Boleh dibilang, tempat itu bersih seperti tidak pernah terjadi peristiwa apapun.

Dalam salah satu wawancaranya, Dr.Mack berkata: "Saya mungkin tidak akan menerima bulat-bulat apa yang dikatakan oleh anak-anak ini. Namun saya menganggapnya serius. Saya tidak akan pernah mengatakan kalau ada alien di luar sana yang kerjaannya menculik orang-orang. Namun saya akan mengatakan kalau ada fenomena-fenomena menarik yang tidak bisa saya jelaskan sehingga membutuhkan penelitian yang lebih mendalam."

Pada tahun 2004, Dr.Mack tewas akibat ditabrak oleh pengendara mabuk dan hingga saat ini mungkin tidak ada peneliti lain yang menaruh perhatian atas kasus Ruwa sebesar Dr.Mack. (Cynthia Hind juga sudah meninggal pada tahun 2000).

Dengan demikian kasus Ruwa mungkin akan segera terlupakan dan masuk ke dalam arsip kasus-kasus tidak terpecahkan lainnya.

Apakah misteri crop circle sudah mulai terpecahkan?

Setelah lebih dari seratus tahun menjadi misteri yang menyenangkan bagi para pemburu fenomena aneh, apakah sekarang misteri crop circle telah mulai terungkap sedikit demi sedikit? Jika demikian adanya, apakah kita siap untuk mengakui bahwa crop circle hanyalah sebuah seni buatan manusia yang tidak ada kaitannya dengan ekstra terrestrials? 

Soal crop circle, komunitas peneliti dan media terombang-ambing. Antara mempercayainya sebagai pesan rahasia makhluk berintelejensia tinggi dari peradaban jauh di planet lain ataukah hanya sekedar sebuah karya fantastis dari seniman langka yang bekerja diam-diam untuk memuaskan diri. 

Pola-pola indah dan rumit crop circle telah menghiasi ladang-ladang gandum di Inggris selama puluhan tahun. Para petani yang kesal karena ladangnya yang rusak oleh crop circle umumnya masih bisa mengutip uang dari para turis yang ingin menyaksikan dan merasakan sensasi misteri ini. Namun, sepertinya atraksi turis semacam itu telah berakhir. Dan mungkin juga misteri crop circle akan bernasib sama. 

Pada tahun 2013 ini, para peneliti dan pemerhati crop circle menyadari satu hal yang tidak biasa, yaitu penurunan jumlah kemunculan crop circle yang sangat tajam di Inggris. Pada pertengahan tahun 2012, paling sedikit muncul 50 pola di ladang-ladang gandum Inggris. Tahun ini hanya 15. Tetapi bukan itu yang paling mengganggu, melainkan bentuk pola yang sangat sederhana sehingga memunculkan spekulasi bahwa siapapun yang membuat crop circle indah pada tahun-tahun sebelumnya telah memutuskan untuk pensiun. 

Lihat saja contoh-contoh crop circle berikut ini: 


Pola seperti ini jelas terlihat seperti dibuat oleh para amatir yang belum memiliki kemampuan untuk menyamai pola terdahulunya.

Atau bentuk hati yang muncul berikut ini. Jelas tidak menunjukkan kehebatannya sebagai crop circle kelas dunia. Bandingkan dengan crop circle berpola hati yang muncul sebelumnya.

 

Apa yang telah terjadi? Apakah alien dari planet lain telah dihinggapi rasa jenuh untuk menunjukkan karya-karya spektakulernya di ladang-ladang gandum Inggris. 

Well, memang iya, para pembuat crop circle itu dihinggapi rasa jenuh, atau malas, untuk melanjutkan karyanya. Tapi mereka bukan alien.

Menurut Dailymail yang mengutip sumber-sumber internal, para seniman rahasia yang sebelumnya rajin membuat crop circle memang telah memutuskan untuk berhenti. Salah satunya adalah Julian Richardson yang telah beralih ke seni Sand Circle. 


Julian Richardson

Matthew Williams, seniman lain, memutuskan berhenti setelah mengalami penyakit yang berhubungan dengan tanaman. Mundurnya dua seniman ini telah membuat seniman lain malas membuat crop circle yang baru dikarenakan tingkat kompetisi yang telah menurun jauh. 


Matthew Williams 

Kata Williams,"Masalahnya adalah para pembuat crop circle hebat telah pensiun atau beralih ke sesuatu yang baru. jadi sudah tidak ada kompetisi lagi. Seniman-seniman tersebut adalah orang-orang yang sangat kreatif, dan tanpa adanya persaingan persahabatan, banyak seniman lain menjadi tidak peduli lagi dengan crop circle." 

Ia melanjutkan,"Banyak dari crop circle terbaik yang muncul beberapa tahun belakangan ini dibuat hanya oleh segelintir orang dan sekarang mereka telah menggantung papan kayu dan pindah ke ladang yang baru." 

Mengenai Julian Richardson, Matthew berkata,"Ia ingin mencoba sesuatu yang baru dan saya rasa ia muak dengan orang-orang yang berusaha mendapatkan uang dari hobinya - walaupun ia sendiri tidak pernah mendapatkan apa-apa. Para petani menjadi semakin galak dan para penggemar crop circle menuntut semakin banyak dan kami masih tidak mendapatkan uang sama sekali." 

Matthew merujuk kepada Monique Klinkenbergh, seorang "ahli" crop circle belanda yang membuat sebuah skema dimana orang-orang yang datang harus membayar supaya bisa masuk dan berjalan di dalam pola crop circle.  


"Banyak dari rekan seniman berhenti membuat crop circle karena telah dirusak oleh orang-orang luar seperti Klinkenbergh yang berusaha mendapatkan uang dari hobi kami. Kami, komunitas pembuat crop circle tidak suka ada orang luar seperti dia yang mengambil alih dan berusaha ikut campur." 

Soal petani yang semakin galak, Matthew pernah mengalaminya sendiri ketika pada tahun 2006 ia ditangkap polisi dan dihukum karena dianggap merusak ladang gandum yang bukan miliknya. 

Menurut Matthew, jika keadaan ini terus berlanjut maka tahun depan bisa jadi tidak akan ada lagi crop circle yang muncul. 

Memang sejak dulu para peneliti crop circle meyakini bahwa sekitar 80 persen pola yang muncul adalah buatan manusia. Namun tidak ada dokumentasi yang jelas mengenai keaslian masing-masing pola.

Dengan adanya perkembangan terbaru ini, maka misteri crop circle berpola rumit memang patut dipertanyakan kembali.


Logikanya seperti ini,


1. Seniman crop circle aktif bekerja = Crop circle terus bermunculan.

2. Seniman crop circle pensiun = Crop circle tidak muncul.


Ini berarti,


3. Crop circle pastilah dibuat oleh seniman crop circle (manusia).


Cukup rasional. 


Tentu saja apa yang saya gambarkan lewat 3 poin di atas tidak persis menggambarkan apa yang sedang terjadi. Soalnya crop circle tidak bisa dibilang hilang sama sekali karena crop circle dengan pola-pola sederhana masih muncul. Kita tidak tahu ada berapa banyak seniman crop circle yang masih aktif atau mereka yang baru pertama kali mencoba membuat crop circle di luar sana sehingga mustahil rasanya untuk bisa benar-benar memecahkan misteri ini.


Namun, dengan pensiunnya seniman-seniman utama, jelas sekali bahwa kemunculan crop circle (berpola rumit) sendiri mengalami penurunan yang sangat signifikan sehingga kesimpulan poin 3 diatas adalah sebuah kemungkinan yang sangat besar.


Bukankah dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan bahwa crop circle berpola rumit sesungguhnya bisa jadi hanya merupakan karya tangan para seniman, dalam hal ini manusia biasa?


Bagaimana jika crop circle yang sejati sebenarnya hanya berupa lingkaran-lingkaran bulat biasa seperti yang muncul puluhan tahun yang lampau? 


Apakah kita masih akan mengakui keindahan misterinya? 


Tapi bukankah menurut para ahli pola rumit semacam itu tidak akan sanggup dibuat oleh seorang hoaxer?


Untuk itu, mari kita melihat crop circle dari sebuah perspektif yang baru, yaitu kemungkinan bahwa misteri ini sebenarnya tidak sehebat yang kita kira. Jika kita melihat kembali ke belakang, kita akan menemukan dua karakteristik utama yang membuat crop circle menjadi sebuah misteri yang menarik.  

Karakteristik pertama adalah pola yang indah dan rumit yang katanya mustahil bisa dikerjakan dalam waktu satu malam tanpa menarik perhatian.


Karakteristik kedua adalah ciri-ciri fisik dan perubahan (abnormalitas) yang terjadi pada tanaman dan ladang dimana crop circle muncul.


Mari kita melihatnya satu persatu.


Pola Rumit yang Mustahil


Argumen yang selalu diajukan adalah, "Mustahil crop circle bisa dibuat oleh manusia karena polanya terlalu rumit untuk ukuran kemampuan manusia. Lagipula, pola semacam itu tidak mungkin dibuat dalam semalam."


Memang benar. Yang mengajukan alasan di atas umumnya adalah: Para peneliti, penulis, wartawan, penggemar misteri, anda yang sedang membaca tulisan ini dan saya sendiri.   


Tentu saja kita akan menganggapnya sebagai suatu kemustahilan karena kita tidak pernah bergelut dengan proses konstruksi sebuah crop circle. 


Tapi, akan lain jadinya jika kita bertanya kepada para seniman yang telah menghabiskan puluhan tahun hidupnya untuk mempelajari dan menyempurnakan teknik pembuatan crop circle. Pola yang rumit bukan lagi suatu kemustahilan.


Kita juga sering mendengar bahwa manusia masa lampau tidak memiliki teknologi untuk mengangkat batu yang beratnya berton-ton atau membuat gambar raksasa semacam garis nazca. Namun berbagai eksperimen menunjukkan kalau semua itu sangat mungkin dilakukan walaupun hanya dengan peralatan yang sederhana. 

Pengambilan kesimpulan yang salah ini juga terjadi pada pola rumit crop circle.


Mengenai pola geometri yang rumit, Julian Richardson adalah salah seorang yang sangat ahli. Lihat saja karya seni sand circle yang dibuatnya. Jika kita melihat contoh lain dari halaman Facebooknya, jelas sekali terlihat bahwa Julian sangat mampu membuat pola-pola indah dan rumit. 


Jika ia mampu membuatnya di atas permukaan pasir, maka pastilah ia juga mampu membuatnya di atas ladang gandum.


Katanya,"Saya sudah terlibat dalam pembuatan crop circle sejak tahun 1990-an. Saya suka dengan geometri, seni dan fenomena paranormal. Apapun yang diklaim oleh para ahli crop circle, para seniman ini memang hanya menggunakan tali, patok dan bilah kayu untuk menciptakan seni yang sedemikian indahnya." 

Keahlian menggunakan tangan dan peralatan sederhana tersebut kemudian dikombinasikan dengan komputer yang digunakan untuk menghasilkan pola-pola geometri seperti fraktal. Menurut seorang seniman crop circle lain, semua kombinasi ini akan menyebabkan sebuah crop circle berpola rumit "Dead easy to make".


Mengenai kepindahannya ke seni sand circle, Julian berkata kalau ia ingin mendapatkan legitimasi dari masyarakat. Ini sepertinya membenarkan ucapan Matthew. 


Keahlian Julian dalam membuat crop circle berpola rumit juga dikonfirmasi oleh peneliti lainnya, George Wingfield. Ia adalah peneliti crop circle yang punya kaitan dengan komunitas pembuat crop circle. Menurutnya pola crop circle angka phi rumit yang muncul di Inggris tahun 2008 dan yang hanya bisa dipecahkan oleh seorang ahli astrofisika sesungguhnya adalah buah karya seorang seniman yang dikenalnya dibantu oleh Julian. Jadi bukan karya alien walaupun memiliki pola matematika yang rumit. 


Saya pernah memposting soal crop circle itu disini.


Keahlian Julian bahkan menginspirasi circle maker lainnya yang sering mendedikasikan karya-karya mereka untuknya. Dan mereka memberikan petunjuknya lewat sebuah inskripsi misterius.


Walaupun terlihat seperti bahasa dari planet lain, inskripsi tersebut sesungguhnya adalah huruf "FOJ" yang merupakan singkatan dari "Friends of Julian".


John Lundberg, seniman crop circle lainnya, mengaku bahwa ia tertarik membuat crop circle karena film Mel Gibson, Signs. Pada tahun 1991, ketika Doug Bower dan Dave Chorley mengaku bahwa mereka telah membuat crop circle, ketertarikan masyarakat akan pola-pola aneh ini mulai padam. Lundberg berniat membangkitkannya.

"Kami ingin memunculkannya kembali dengan membuat pola yang sedemikian besar dan kompleksnya sehingga orang-orang akan kembali bertanya: 'apakah mungkin semua ini dibuat oleh manusia?' "

Menurutnya, bulan terbaik untuk membuat crop circle adalah Juni untuk tanaman Barley dan pertengahan Juli untuk Gandum. Pada bulan-bulan itu kondisi tanaman akan membuat mereka terlihat lebih indah karena setiap batang tanaman berdiri tegak lurus. Mereka membuat pola-pola tersebut dengan bantuan komputer. Ketika sampai pada implementasi di lapangan, tidak dibutuhkan lagi teknologi rumit. Hanya pita, tali dan papan.

Ini adalah salah satu contoh bagaimana crop circle dibuat dalam semalam.


Dari pernyataan Lundberg, kita bisa membagi era crop circle menjadi dua. Yang pertama adalah era pola sederhana, hanya berbentuk  satu lingkaran sederhana. Yang kedua adalah era geometris berpola rumit. Jika dilihat dari pengakuan para seniman ini yang didukung dengan bukti menurunnya jumlah crop circle berpola rumit ketika mereka pensiun, maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa era crop circle berpola rumit sesungguhnya dimulai oleh para seniman ini. Manusia biasa dan bukan alien.


Abnormalitas Fisik Tanaman dan ladang Gandum


Baiklah, jika pola yang rumit bukan lagi sebuah kemustahilan, bagaimana dengan ciri-ciri fisik seperti adanya unsur logam pada tanah atau perubahan kecepatan pertumbuhan tanaman gandum?


Mungkin peneliti yang paling sering dikutip dalam kaitannya dengan penelitian crop circle adalah W.C Levengood. Ia meneliti 86 sampel crop circle yang muncul antara tahun 1990 hingga 1992. Penelitian Levengood kemudian menemukan beberapa perubahan (abnormalitas) pada sampel tanaman yang diteliti. 


Namun, Levengood dengan jelas memperingatkan bahwa sampel yang diambilnya berasal dari berbagai tanaman seperti kedelai, gandum atau jagung. Ia juga menekankan bahwa crop circle yang ditelitinya tidak memiliki bentuk geometri khusus. 


Pernyataan ini penting karena berarti ada kemungkinan kalau sampel yang ditelitinya adalah formasi crop circle yang berbentuk sangat umum, seperti lingkaran sederhana, dan bukan pola rumit yang baru muncul setelah tahun 1990 ketika para seniman seperti Julian mulai beraksi. 


Seperti ini misalnya.


Jika crop circle yang sejati adalah crop circle yang berbentuk seperti ini, apakah kalian masih tertarik dengan fenomena ini?


Sebagai catatan, dari lebih dari 80 formasi yang ditelitinya, tidak semua ditemukan abnormalitas. Misalnya, ia hanya menemukan 25 formasi yang batang tanamannya sedikit membesar dan 27 formasi yang mengalami perubahan kecepatan pertumbuhan.


Dari situs ini, kalian bisa melihat bahwa abnormalitas yang terobservasi pada sampel tidak menyeluruh dan seragam. Walapun demikian, Levengood menyimpulkan bahwa abnormalitas ini bisa jadi disebabkan oleh plasma vortex yang kemungkinan juga bertanggung jawab terhadap pembentukan crop circle (yang sederhana). Stephen Hawking yang sempat membaca hasil penelitian Levengood belakangan juga setuju bahwa crop circle bisa dibentuk oleh plasma vortex. Dan ini adalah jawaban yang ILMIAH.


Dan misteri crop circle pun telah terpecahkan oleh Levengood!


Jika crop circle yang sejati hanya berbentuk satu lingkaran sederhana seperti di atas, bukankah kadar misterinya telah berkurang jauh?


Matthew Williams mengakui soal ini di dalam sebuah wawancara. Ketika memulai karirnya sebagai pembuat crop circle, ia menyadari bahwa crop circle yang memiliki pola rumit sama sekali tidak ada hubungannya dengan alien.


"Saya berteman dengan banyak kelompok pembuat crop circle dan menyaksikan sendiri bagaimana crop circle dibuat dalam berbagai kondisi. Pada waktu itu, saya percaya jika saya dapat bertanya kepada manusia pembuat crop circle, maka saya bisa menentukan crop circle mana yang dibuat oleh manusia dan mana yang dibuat oleh kekuatan yang tidak dikenal. Belakangan, saya mulai yakin bahwa crop circle buatan manusia adalah crop circle yang memiliki pictogram yang kompleks sehingga menyisakan hanya crop circle dengan pola yang sangat sederhana yang tidak diketahui asal-usulnya."


Dari dulu, faktor alam merupakan penjelasan yang paling banyak diajukan oleh para peneliti. Namun banyak yang menolaknya karena rasanya mustahil alam bisa membuat crop circle berpola geometri phi, burung kolibri atau wajah alien. Tentu saja. Sayapun menolak menerimanya. Namun jika crop circle hanya berbentuk satu lingkaran sederhana seperti yang muncul pada catatan-catatan masa lampau, maka saya yakin banyak diantara kalian akan bisa menerima faktor alam sebagai jawaban atas terbentuknya formasi crop circle.


Kesimpulan  


Kalau begitu, apakah crop circle tidak mengandung misteri sama sekali? 


Belum tentu juga. Ini mungkin bisa membuat kalian kembali bersemangat.


Para seniman crop circle mengakui kalau ada sesuatu yang aneh berkeliaran di Wiltshire. Ketika Julian Richardson dan teman-temannya sedang membuat sebuah crop circle mereka pernah melihat sebuah bola cahaya oranye aneh melayang di atas ladang. 


John Lundberg juga mengakui hal yang sama.


"Sebenarnya ini cukup memalukan. Namun saya pernah melihat UFO sementara membuat crop circle di Wiltshire. Penampakan itu merupakan penampakan UFO klasik berbentuk cerutu hitam dengan cahaya terang. Ia muncul di atas horison dan perlahan bergerak ke arah kami, tidak mengeluarkan suara sama sekali. Kami tidak tahu sama sekali benda apa itu. Saya juga pernah melihat bola-bola cahaya di tepi ladang yang membuat kami gugup. Tapi kebanyakan yang kami lihat adalah kilatan-kilatan cahaya seakan-akan seseorang sedang menyorotkan senter ke arah mata saya."


Rod Dickinson, seniman yang lain, bahkan pernah memotret sebuah objek berbentuk piringan putih pada tahun 1993. 


Pada tahun 1996, Rod kembali memotret objek misterius di Chibolton.


Dan semua penampakan ini masih merupakan misteri yang belum terpecahkan. Mungkin saja wilayah Wiltshire dan Chibolton memang penuh dengan misteri dan mungkin saja misteri ini akan menjadi misteri yang jauh lebih menarik dibanding fenomena crop circle itu sendiri.

Kingoodie dan London Hammer - Tantangan terhadap teori evolusi ?

Ooparts. Satu kata yang aneh dan mungkin anda sudah pernah mendengarnya. Kata itu sesungguhnya adalah kependekan dari Out of place artifacts. Dengan bahasa yang sederhana, artefak yang salah tempat. Saya akan memberikan dua contoh yaitu, London Hammer dan Kingoodie Hammer. Selain dianggap salah tempat, kedua artefak tersebut jelas-jelas menantang teori evolusi yang sudah mapan.


Pada Juni 1936, Max Hahn dan istrinya Emma sedang berjalan di tepi sungai Red Creek dekat dengan rumah mereka di London. London yang dimaksud disini adalah sebuah wilayah di Texas, Amerika Serikat. Tanpa sengaja, mereka melihat sebuah batu mineral dengan sepotong kayu mencuat keluar darinya. Karena tertarik, mereka memutuskan untuk membawanya pulang.

Sekitar tahun 1946, karena rasa ingin tahu, putra mereka yang bernama George memecahkan batu itu dan menemukan sesuatu yang luar biasa. Di dalam batu yang terbelah tersebut, sebuah palu dengan kepala besi terlihat tertanam dengan rapi. Potongan kayu yang dilihat oleh Max Hahn dan istrinya 10 tahun sebelumnya adalah pegangan palu yang terbuat dari kayu.


Sebenarnya, dalam kondisi yang umum, penemuan palu ini tidak terlalu aneh. Namun yang menyebabkannya menjadi misterius adalah umur batu tempat palu tersebut ditemukan.

Karakteristik geologis Red Creek tempat ditemukannya batu itu berasal dari formasi pasir Hensel dari masa Lower Cretaceous. Formasi ini diperkirakan terbentuk sekitar 110-115 juta tahun.

Bagaimana sebuah palu yang relatif modern tertanam dengan rapi di sebuah batu berumur 110 juta tahun ?

Inilah yang disebut Ooparts. Salah tempat dan salah waktu.

Selain London Hammer, ada artefak lain yang ditemukan dalam kondisi mirip dengan London Hammer, yaitu Kingoodie Hammer.

Kingoodie Hammer adalah sebuah paku berkarat sepanjang 25 mm yang ditemukan juga di dalam batu yang ditemukan oleh Sir David Brewster pada tahun 1844 di pertambangan Kingoodie di Skotlandia.

Ketika ditemukan, sebagian paku ini mencuat keluar dari batu persis seperti London Hammer. Sedangkan batu tempat paku berada diperkirakan berasal dari Lower Old Red Sandstone yang berusia sekitar 360-408 juta tahun.

Karena namanya yang sama-sama menggunakan kata Hammer, terkadang orang salah mengira kedua artefak ini sebagai objek yang sama.

London Hammer sendiri kemudian dibeli oleh seorang ilmuwan Creationist (anti evolusi) bernama Carl Baugh. Mengenai palu ini, Carl berkata :
"Jika artefak tersebut benar-benar berasal dari masa Cretaceous, bagaimana teori evolusi menjawabnya ? Menurut teori evolusi manusia belum menempati bumi ini pada 100 juta tahun yang lalu. Jika artefak tersebut adalah artefak modern, maka itu berarti batu tempat palu tersebut berumur relatif baru. Sekali lagi, bagaimana teori evolusi menjawabnya ?"
Sejak lama, para ilmuwan creationist telah menentang metode penentuan umur objek purba yang dilakukan oleh para evolusionist seperti metode carbon 14 yang belakangan diketahui ternyata tidak akurat apabila digunakan untuk mengukur objek dengan usia tertentu.

Jika metode-metode ini terbukti tidak akurat, maka jelas fondasi teori evolusi akan runtuh berantakan.

Argumen para Creationist segera mendapat sanggahan dari para evolusionist. Menurut mereka, mineral yang terdapat pada lapisan tanah purba dapat menyelimuti sebuah objek baru yang menyentuhnya hingga mengeras.

Jadi bisa saja palu tersebut dijatuhkan oleh seorang tukang kayu sekian tahun yang lalu dan kemudian terbungkus oleh lapisan tanah mineral yang kemudian membatu di red creek.

Jawaban ini diterima oleh sebagian ilmuwan dan misterinya dianggap selesai. Tapi apakah misteri dua artefak ini benar-benar telah terpecahkan ? Jawabannya adalah, kita tidak tahu pasti. Masing-masing kubu ilmuwan memiliki argumennya sendiri, dan sepertinya keduanya benar (atau salah).

Sayang, kedua artefak ini tidak pernah dianggap serius oleh para peneliti sehingga keduanya hanya mendapat tempat di forum-forum misteri. Namun paling tidak kedua Ooparts ini pernah menantang kemapanan teori Evolusi, sesuatu yang tabu untuk dilakukan.

        Sumber : http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/11/kingoodie-dan-london-hammer-tantangan.html

Ukiran Helikopter di dinding kuil Abydos ?

Pada tahun 1848, sebuah ekspedisi arkeologi yang sedang melakukan penelitian di Mesir menemukan hierogliph aneh di langit-langit sebuah kuil kuno di Abydos, beberapa ratus mil selatan Kairo. Cetakan contoh hierogliph itu kemudian dibawa ke Eropa dan segera menimbulkan perdebatan yang luar biasa di kalangan Egyptologist. Tidak ada satupun yang dapat menjelaskan arti hierogliph tersebut. Akhirnya, hierogliph tersebut dianggap hanya sebagai ukiran objek-objek aneh tak dikenal. Puluhan tahun kemudian, hierogliph tersebut kembali muncul ke permukaan, kali ini beberapa orang mengenali ukiran Hierogliph tersebut sebagai helikopter, pesawat dan kapal selam, objek-objek yang tercipta pada abad ke-20.
Saya percaya sebagian besar dari kalian yang membaca tulisan ini sudah pernah melihat foto yang termashyur ini dan akan menganggap tulisan ini basi. Namun ternyata ada sebagian orang yang belum atau mungkin hanya sedikit mengetahui kisah ini dan meminta saya menulisnya. Jadi yang sudah tahu harus mengalah dengan mereka yang belum tahu.

Nah, saya akan memulai cerita saya. Pada tahun 1990an, para turis yang mengunjungi kuil di Abydos memotret kembali langit-langit kuil itu dan foto-foto yang diambil mulai muncul di internet, membangkitkan kembali perdebatan mengenai makna hierogliph tersebut..

Helikopter yang tergambar di langit-langit kuil tersebut memiliki baling-baling, kokpit dan ekor, persis seperti helikopter modern. Sedangkan dua ukiran lain sepertinya menunjukan gambar kapal selam dan pesawat.


Hierogliph tersebut ditemukan di sebuah kuil yang didirikan oleh Firaun Seti I sekitar 3.000 tahun yang lalu, bukan di Piramida seperti yang dikira sebagian orang. Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana ukiran mesin-mesin transportasi modern bisa ada di kuil yang berusia 3.000 tahun ?

Tentu saja tidak semua orang dengan gampang menerima penjelasan adanya ufo masa purba yang dipercayai sebagian orang, termasuk saya. Walaupun saya menulis soal-soal misteri di blog ini, namun saya merasa bahwa penjelasan seperti itu adalah penjelasan yang sangat digampangkan. Seakan-akan kita enggan berusaha mencari penjelasan lain terlebih dahulu.

Jadi saya mencoba mencari penjelasan alternatif.

Pertama, saya menemukan penjelasan dari seorang arkeolog yang ternyata skeptisnya sangat luar biasa. Dengan cepat dan tanpa pikir panjang ia mengatakan bahwa foto tersebut adalah hasil rekayasa photoshop. Sepertinya arkeolog ini tidak pernah mengunjungi kuil Abydos di Mesir. Berbagai foto dan rekaman yang diambil di kuil tersebut oleh orang yang berbeda-beda jelas menunjukkan bahwa ukiran tersebut bukan hasil photoshop.

Lalu, datanglah para arkeolog yang lebih bijak dan tidak asal ngomong dan tentu saja punya cukup uang untuk melihat langsung ke Abydos (Tidak seperti arkeolog pertama tadi). Mereka memiliki penjelasan yang ilmiah dan sesuai dengan ilmu ke-arkeologiannya. Menurut mereka ukiran tersebut sama sekali bukan ukiran helikopter, pesawat dan kapal selam. Hierogliph tersebut bisa menyerupai gambar Helikopter, pesawat dan kapal selam karena sebuah proses yang disebut Palimpsest.

Apa itu Palimpsest ? Palimpsest adalah sebuah teknik membuat ukiran hierogliph yang baru di atas ukiran yang lama. Caranya adalah dengan memplester ukiran yang lama dan kemudian mengukir hierogliph yang baru di atasnya.

Nah, ukiran di langit-langit Abydos dipercaya oleh para arkeolog telah mengalami proses Palimpsest. Sejalan dengan beriringnya waktu, plester yang ditempel untuk menutupi ukiran yang lama terlepas. Ukiran lama yang tertimpa dengan ukiran baru menghasilkan ukiran-ukiran yang berbentuk aneh. Dan dari situlah muncul Helikopter kita.

Proses ini sama seperti ketika kita sedang menghadapi ujian di sekolah. Ketika kita merasa jawaban yang kita tulis salah, kita mengambil Tip-X dan menutupi kesalahan itu dengan cairannya. Namun karena kita terdesak oleh waktu, kita yang tidak sabaran segera menulis di atas olesan Tip-X yang belum kering. Akibatnya lapisan Tip-X menjadi rusak dan kertas ujian kita menjadi kotor dengan huruf yang campur aduk. (sekarang kalian mengerti arti Palimpsest kan ?).

Ternyata para seniman Mesir biasa menggunakan metode Palimpsest pada masa purba. Jika seorang Firaun naik tahta, ia menuntut tulisan-tulisan lama di dinding diganti dengan tulisan yang menceritakan tentang kemuliaan mereka. Jadi seniman Mesir memplester tulisan yang lama dan menggantinya dengan yang baru.

lalu, saya mempelajari penjelasan ini dan saya merasa bahwa penjelasan ini sepertinya tidak pas di hati. Coba bayangkan, berapa besar kemungkinannya proses Palimpsest yang gagal bisa membentuk gambar helikopter yang sedemikian sempurna ?

Yeah, saya sudah tahu apa yang mau saya tulis di blog enigma. Saya akan mengatakan kalau saya tidak menemukan penjelasan yang masuk akal sehingga saya memutuskan untuk percaya kalau ukiran itu adalah ukiran Helikopter. Bahkan saya sudah mempunyai teori yang menjelaskan bagaimana sebuah helikopter bisa terukir di dinding yang berusia 3.000 tahun itu.

Namun kemudian, ketika saya sedang iseng mencari data tambahan, Saya menemukan sebuah foto yang mengejutkan. Di dinding lain di kuil yang sama, ada susunan hierogliph yang sangat mirip dengan ukiran helikopter yang kita punyai. I am Amazed ! Lihatlah kemiripannya ! Melihat foto ini, sepertinya palimpsest menjadi masuk akal. Bisa jadi hierogliph ini menunjukkan hierogliph awal sebelum mengalami proses Palimpsest.


Melihat foto ini, Teori helikopter masa purba mulai terlihat kabur. Sekarang pikiran saya hanya dipenuhi oleh Plester dan Tip-X.

Ukiran yang mirip dengan kapal selam ternyata merupakan ukiran telapak tangan. Bekas-bekas ruas jarinya jelas terlihat di kedua ukiran tersebut. Lagipula, setelah dilihat-lihat kembali, saya merasa helikopter itu ternyata memang tidak mirip dengan helikopter. Apa yang kita sebut dengan baling-baling ternyata menempel di ekornya. Hidung helikopter itu ternyata menyatu dengan ukiran lain. Benar-benar tidak mirip helikopter.

Jadi sekarang, sepertinya saya harus meminta maaf kepada para penganut teori ufo masa purba, karena saya condong kepada penjelasan Tip-X, maksud saya Palimpsests.

Tapi....

Kalian tahu, penggemar misteri tidak boleh menutup pikirannya rapat-rapat. Teori yang berhubungan dengan misteri itu biasanya bergerak dengan "fluid". Jika ada petunjuk baru yang mematahkan argumen sebelumnya, maka saya rasa tidak ada salahnya menerima kemungkinan baru.

Saya mendengar bahwa sebuah surat kabar Arab bernama "Al-Sharq Al-Awsat" pernah mempublikasikan foto-foto yang diambil di dinding kuil Amon Ra di Karnak. Konon foto itu menunjukkan adanya hierogliph yang persis dengan yang ada di kuil Abydos. Di dalamnya juga ada helikopter dengan baling-baling dan ekor. Yang pasti, katanya, identik dengan ukiran Abydos.

Tapi sayangnya, saya hanya membaca mengenai hal itu di sebuah media. Saya membolak-balik media tersebut (dengan mouse tentu saja) untuk mencari foto yang dimaksud. Saya tidak menemukannya. Lalu saya berpaling kepada google dan mencoba memasukkan kata kunci yang saya anggap paling relevan. Luar biasanya, saya menemukan artikel-artikel lain yang juga menyebut soal foto helikopter Karnak, tapi dengan kalimat yang sama persis dengan kalimat di artikel pertama. Ooh, ternyata artikelnya hasil kopi paste semua. Saya masih belum menemukan foto yang saya inginkan.

Jadi, para pembaca yang budiman, jika kalian bertanya mengenai pendapat saya, maka saya percaya dengan penjelasan Tip-X. Tapi seperti yang saya katakan di atas, pikiran saya "fluid". Karena itu saya akan mengubah pandangan saya jika saya bisa menemukan foto helikopter di dinding kuil Amon Ra di Karnak.

Jika kalian ingin membantu saya menemukan foto itu, dengan senang hati saya tunggu.

Salam

Notes :
Sebagian orang yang membaca tulisan ini bingung, bagaimana bisa ada foto hierogliph sebelum palimpsest ? Apakah foto itu hasil photoshop ? jawabannya tidak.

Pahami kalimat yang saya gunakan baik-baik. Saya menulis bahwa foto itu berasal dari DINDING lain di KUIL yang sama. Jadi foto itu bukan hierogliph helikopter yang berhasil terfoto sebelum palimpsest, melainkan foto dari hierogliph yang lain.

Di kuil itu, terdapat banyak hierogliph di dinding-dindingnya. Dan di dinding yang lain kita menemukan susunan hierogliph yang sangat mirip dengan hierogliph helikopter.
Jadi saya berhipotesis bahwa susunan ukiran/hierogliph yang berbentuk helikopter, mungkin pada awalnya (sebelum palimpsest) sama dengan hierogliph pada foto ke-2.

Lalu pertanyaan lagi, kok bisa ada hierogliph yang mirip di kuil yang sama ?

Bukankah hal yang biasa menemukan tulisan yang sama di dalam kuil yang sama ? Contoh, coba hitung, berapa kali kalimat "dilarang merokok" bisa anda temukan di dalam sebuah mall ? tentu saja lebih dari sekali.

Jika kalian masih tidak mengerti juga, maka saya angkat tangan :)

“TEMAN” Filosofi musuh yang belum menyerang.



            Dari kita lahir sampai dengan sekarang kita memang tidak lepas berinteraksi dan bergaul dengan yang namanya teman,teman menurut pemahaman saya adalah seseorang yang sudah mengenal kita tetapi belum tentu mengenali kepribadian kita secara mendalam dan itulah sebabnya yang membedakan teman dengan sahabat karena teman belum tentu mau menyelami kepribadian kita dan intensitas atau siklus pertemanan juga berawal dari seringnya bertemu – berlanjut dengan interaksi komunikasi yang sifatnya umum – dan berlanjut lagi kepersahabatan.

            Memang sungguh sangat menyenangkan mempunyai banyak teman dilingkungan kita,tetapi disitulah sebenarnya kita harus pandai – pandai menyeleksi mana teman yang baik untuk kita dan mana teman yang bisa menjerumuskan kita ke hal-hal yang negatif, dan sebenarnya teman yang seperti itulah orang- orang yang harus kita jauhi dan jangan di jadikan teman akrab.
Tetapi berdasarkan pengalaman penulis ada juga teman atau sahabat yang dikarenakan faktor keegoisan mereka bisa menghianati kita,memang disadari setiap individu mempunyai kepentingan masing – masing di dalam kehidupannya dan kita harus kembali sadar bahwa pada dasarnya kita akan hidup sendiri karena pada hakekatnya manusia lahir sendirian dan akan mati juga sendirian,jadi menurut penulis mempunyai banyak teman atau sahabat itu perlu tetapi kita juga harus sadar dan waspada dengan sifat dan perilakunya yang bisa jadi diam – diam sedang ingin menghancurkan kita Cuma karena kita tidak seperti yang mereka inginkan .Tapi sebelum kita menjastifikasi seorang teman,kita juga harus intropeksi dulu apakah kita sudah benar contoh dari segi berbicara kita ada tidak yang pernah menyakiti mereka kalau misalnya kita sudah benar tetapi mereka selalu saja tidak ada timbal-baliknya ke kita nah disitulah kita harus mengambil keputusan mau menjauhi mereka atau kita mau terus hanyut diperdaya oleh mereka-mereka itu? Karena yang tadinya teman ada yang akhirnya akan jadi musuh yang tadinya sahabat bisa berubah menjadi saling membenci dan ada juga yang sebenernya tapi saling menyimpan dendam satu sama lainnya. Ya jawabannya cuma ada dipribadi masing-masing, Sekian dulu opini dari saya,kritik dan saran dari kalian akan sangat membantu saya untuk kemudian harinya. Wassalam....   

Minggu, 04 Mei 2014

Mind Game - Apakah Amerika telah berhasil mendapatkan senjata pengendalian pikiran?

Di kalangan penganut teori konspirasi, ada kepercayaan kalau pemerintah Amerika Serikat secara rahasia mentransmisikan perintah untuk melakukan pembunuhan ke otak orang-orang tertentu. Walaupun teori ini terdengar absurd, namun belakangan diketahui kalau kepercayaan ini memiliki dasar yang cukup solid.


Ketika Sirhan Sirhan membunuh senator Robert Kennedy, ia mengatakan kalau ada suara di kepalanya yang telah membuat ia membunuh. Ketika Mark David Chapman membunuh John Lennon, ia juga mengatakan hal yang sama.

Mungkin sebagian pembunuh memang mendengar suara iblis berbisik di telinga mereka, namun sebagian lagi mungkin memang mendengar perintah pembunuhan langsung dari Pentagon.

Pada tahun 2007 lalu, Steven R. Corman menulis di jurnal Comops sebagai berikut:
"Beberapa waktu yang lalu, di workshop pemerintahan, saya pernah mendengar seseorang mendeskripsikan sebuah peralatan baru yang disebut sebagai "Suara Tuhan." Peralatan ini disebut dapat beroperasi dari jarak jauh dan dapat mengirimkan sebuah pesan hanya kepada pikiran satu orang. Kisah yang saya dengar menyebutkan kalau peralatan ini diujicoba pada perang Irak dengan cara mengirim pesan kepada seseorang di dalam kelompok pemberontak yang dengan segera akan terlihat seperti orang kebingungan, melihat ke segala arah dan mulai masuk ke dalam perdebatan panas dengan rekan-rekan lainnya yang tidak mendengar pesan itu. Pada saat mendengar kisah itu, saya menerimanya dengan perasaan skeptis."
Tentu saja, siapapun yang mendengar kisah seperti itu akan menerimanya dengan skeptis. Senjata luar biasa seperti yang dideskripsikan Corman sepertinya hanya ada di dalam kisah-kisah science fiction. Tetapi, senjata seperti itu ternyata benar-benar ada dan sedang dikembangkan oleh Pentagon. Jika Pentagon melakukan riset mengenai teknologi ini, tentu saja bukan demi perkembangan ilmu pengetahuan. Melainkan untuk alasan politik atau keamanan nasional.

Sebagian penganut teori konspirasi yang merasa diincar oleh pemerintah bahkan bertindak lebih jauh dengan mengenakan topi berbahan timah untuk menghalangi masuknya sinyal-sinyal pemerintah yang tidak diinginkan ke kepala mereka. Mungkin bagi kalian terdengar seperti orang tolol atau paranoia, tetapi tunggu Sampai kalian mendengar kelanjutannya.

Pada tahun 1991, seorang ilmuwan Rusia spesialis pesan subliminal bernama Igor Smirnov pernah mengajukan sebuah teori untuk memberantas terorisme dengan cara memberikan pengaruh akustik ke dalam pikiran para tersangka. Ia bahkan mendemonstrasikan kepada para pengamat dari Amerika kalau transmisi suara infra yang berada di bawah ambang normal pendengaran manusia dapat memberikan pesan kepada otak manusia yang mengalir lewat tulang.

Ketika FBI menghadapi masalah dengan sekte sesat Branch Davidian, mereka berkonsultasi dengan Smirnov yang kemudian mengusulkan untuk mempengaruhi David Koresh, sang pemimpin sekte, dengan memberikan pesan subliminal lewat telepon. Salah satu ide yang diusulkannya adalah aktor Charlton Heston merekam suaranya secara subliminal untuk memberikan kesan sebagai "suara Tuhan" yang memerintahkannya untuk menyerah.

Tidak ada konfirmasi mengenai penggunaan ide Smirnov dalam menaklukkan David Koresh, namun sekarang kita tahu kalau ide penggunaan teknik pengendalian pikiran untuk menaklukkan musuh ternyata telah ada sejak lama. Walaupun demikian, tidak ada tanda-tanda kalau pemerintah Amerika Serikat tertarik mengeksplorasi metode ini dan menggunakannya dalam peperangan.

Namun, semua itu berubah pada tahun 2006. Pada tahun itu, seorang pria yang dianggap sebagai pengidap paranoid schizoprenic oleh para psikiater (karena ia percaya pemerintah secara diam-diam mentransmisikan suara-suara ke dalam pikirannya) mengajukan permintaan pengungkapan dokumen negara berdasarkan undang-undang keterbukaan informasi (freedom of information act).

Pria ini secara spesifik meminta pemerintah membuka informasi mengenai Microwave Auditory Effect, telepati dan hipnotis. Karena Pentagon juga terikat dengan undang-undang itu, mau tidak mau mereka membuka dokumen itu.

Halaman demi halaman dokumen tersebut mengungkapkan sebuah kenyataan kalau pemerintah Amerika telah menghabiskan jutaan dolar demi meneliti fenomena-fenomena yang sering dianggap sebagai pseudo sains seperti telephatic ray gun atau fevers laser yang bisa membuat korban mengalami disorientasi dan menjadi lebih tidak agresif.

Di salah satu bagian dokumen tersebut ditemukan kalau pemerintah Amerika juga mengadakan eksperimen untuk mengirimkan suara seseorang secara telepatik dengan menggunakan gelombang mikro jarak dekat!

Sekarang, para penganut teori konspirasi yang sering dianggap paranoid itu menjadi terlihat lebih waras! Kebanyakan orang bahkan tidak pernah tahu kalau pemerintah Amerika ternyata tertarik dengan hipnotis atau telepati.

Eksperimen yang disinggung di dalam dokumen itu adalah mengirimkan suara seseorang yang menyebutkan bilangan 1 sampai 10 ke pikiran sukarelawan yang berada di ruangan lain. Ini adalah bentuk sederhana dari apa yang dipercayai para penganut teori konspirasi. Jadi, bukan saja teknologi ini memungkinkan, tetapi pemerintah juga menelitinya.

Sebenarnya ini tidak terlalu mengherankan mengingat pemerintah Amerika pernah bereksperimen dengan pengendalian pikiran lewat proyek MK Ultra. Namun, eskperimen ini berbeda dari MK Ultra. Orang-orang menyebut teknologi ini dengan sebutan V2K, yaitu istilah militer yang berarti Voice to Skull.

Mereka yang pernah menjadi korban V2K menyebut diri mereka dengan sebutan TI's atau Targeted Individuals. Sampai sekarang, para TI's ini berkumpul secara periodik untuk berbagi pengalaman. Para TI's ini juga hidup dengan diliputi oleh ketakutan yang konstan karena percaya kalau agen-agen pemerintah selalu menguntit mereka. Beberapa orang bahkan percaya kalau tetangga mereka sesungguhnya adalah agen pemerintah yang sedang menyamar.

Karena itu, kumpulan TI's ini sering dicemooh dan bahkan mendapat sebutan Tin Foil Hat, julukan yang merujuk kepada topi timah yang dipercaya bisa menghalangi sinyal-sinyal asing masuk ke kepala seseorang (Magneto dari film X man juga menggunakannya untuk mencegah Prof.Xavier "memasuki" kepalanya).

Di halaman Wikipedia, Tin Foil Hat disebut sebagai stereotype populer dan frase yang merujuk kepada paranoia dan kaitannya dengan penganut teori konspirasi. Walaupun wikipedia merujuk istilah ini sebagai cemoohan, namun kemampuan topi timah untuk menghalangi penetrasi sinyal memiliki dasar sains yang telah diujicoba oleh laboratorium Massachussets Institute of Technology. Timah ditemukan bisa mengatur gelombang radio.

Salah seorang TI's bernama Harland Girard menceritakan kalau masalah yang dihadapinya dimulai pada tahun 1983. Girard berprofesi sebagai seorang pengembang real estate dan ia tidak pernah mengalami sesuatu yang aneh sebelumnya. Suatu hari, seorang wanita menepikan mobilnya, menunjuk Harland dengan jarinya dan kemudian segera pergi begitu saja. Lalu, Harland mulai merasa kalau ia sering diawasi. Ada orang-orang tidak dikenal berlari di bawah jendela apartemennya di malam hari. Ia juga melihat ada beberapa tetangganya yang bersikap tidak wajar, seperti sedang mengawasinya.

Girard yang mengira dirinya sudah mulai gila mencari pertolongan dari teman wanitanya yang kebetulan berprofesi sebagai psikiater. Namun, tidak ada hasil yang memuaskan. Girard sepertinya tidak sedang mengalami gejala psikologi yang tidak normal. Selain klaimnya kalau ia sedang diawasi, Girard menjalani kehidupannya dengan normal.

Pada tahun-tahun berikutnya, ia merasa kalau orang-orang yang mengawasinya telah pergi. Namun, pada tahun 1984, ia mulai mendengar suara-suara di kepalanya. Suara itu berupa suara pria dan wanita. Kadang Girard bisa melihat wajah dari pemilik suara itu dalam gambar mental di kepalanya. Suara itu memanggilnya dengan sebutan "Mr.Girard".

Berkali-kali suara itu mengatakan kepadanya kalau ia sesungguhnya sudah mulai menjadi gila. Suatu hari ketika Girard sedang berada di dekat seorang wanita gemuk, suara itu berkata: "Hey Mr.Girard, bukankah wanita itu terlihat seperti kulkas?"

Awalnya suara-suara itu hanya muncul 2 atau 3 kali sehari, namun setelah beberapa lama, suara itu terus terdengar di kepalanya, bahkan kadang disertai dengan rasa sakit di tubuhnya. Gejala ini kemudian dianggap Girard sebagai efek samping dari senjata energi yang dilepaskan pemerintah kepadanya.

Enam bulan kemudian, suara itu bertanya kepadanya: "Mr.Girard..Mr Girard, mengapa engkau belum mati-mati juga?"

Ketika Girard menceritakan kepada teman-temannya, ia malah menjadi bahan tertawaan. Beberapa temannya menganggapnya benar-benar mulai menjadi gila.

Pada tahun 1988, Girard memutuskan untuk mencari jawaban atas persoalannya. Ia meninggalkan pekerjaannya dan mulai menyelidiki kasus ini secara sepenuh waktu. Lewat beberapa penelitiannya ia menemukan petunjuk kalau pada tahun 1950an, pemerintah Amerika pernah melakukan eksperimen-eksperimen pengendalian pikiran lewat proyek MK Ultra. Ia juga menemukan kalau CIA pernah meneliti kemungkinan mempengaruhi pikiran dengan gelombang elektromagnetik. Ia juga menemukan kalau pada tahun 1970an para peneliti militer di Walter Reed Army Institute of Research pernah menggunakan pancaran gelombang mikro untuk mengirimkan sejumlah kata ke dalam kepala seseorang. Boleh dibilang Girard menemukan semua referensi untuk setiap keanehan yang dialaminya. Ini membuatnya semakin yakin kalau karena suatu hal ia telah menjadi kelinci percobaan pemerintah.

Jika pihak militer memang meneliti kemungkinan penggunaaan senjata-senjata elektromagnetik seperti itu, apakah mereka telah sukses mengaplikasikannya dalam perang?

Sebenarnya, senjata sejenis ini sudah pernah digunakan, tetapi dokumentasi yang tercatat menyebutkan kalau bukan pihak Amerika Serikat yang menggunakannya, melainkan Uni Sovyet. Pada tahun 1960an, pihak Sovyet pernah membombardir kedutaan Amerika di Moscow dengan gelombang elektromagnetik level rendah. Menyusul serangan ini, pada tahun 1965, Pentagon meluncurkan proyek Pandora yang memfokuskan diri pada efek dari serangan gelombang mikro.

Proyek Pandora diketahui berakhir pada tahun 1970, namun ada indikasi kalau eskperimen mengenai penggunaan gelombang mikro terus berlanjut. Ini tercermin dari sebuah paper yang ditulis untuk Angkatan Udara Amerika pada pertengahan tahun 1990an. Paper ini menyinggung mengenai penggunaan gelombang suara untuk mengirim pesan ke dalam kepala seseorang.

Penulis paper itu mengatakan:

"Sinyal yang dikirim itu akan menjadi 'pesan Tuhan' yang dapat digunakan untuk memperingati musuh mengenai bencana yang akan datang atau untuk meminta mereka agar menyerah."
Bayangkan, jika senjata seperti ini benar-benar ada, maka tidak perlu lagi ada AK 47 atau Rudal Scud untuk menaklukkan sebuah negara. Yang dibutuhkan hanyalah sebuah senjata yang bisa mengacaukan pikiran seseorang dengan menaruh sugesti yang diinginkan, misalnya dengan memerintahkan seorang pengawal presiden untuk membunuh tuannya seperti yang dialami oleh Indira Gandhi atau meminta seorang operator nuklir di negara musuh untuk meluncurkan nuklir ke arah negaranya sendiri!

Selamat datang di era peperangan masa depan!

Nah, mungkin sebagian dari kalian masih akan menyebutnya sebagai mengada-ngada. tetapi, apa yang diungkapkan dokumen pemerintah itu ternyata tidak sampai disitu saja.

Pada tahun 2002, laboratorium angkatan udara Amerika ternyata telah mempatenkan teknologi tersebut!

Teknologi yang dimaksud adalah teknologi untuk mengirimkan pesan ke dalam kepala seseorang lewat gelombang mikro. Awalnya, pihak angkatan udara menolak untuk membicarakan teknologi luar biasa ini. Namun ketika ada permintaan pengungkapan data atas dasar undang-undang kebebasan informasi, dokumen-dokumen tersebut akhirnya dilepas ke publik.

Menurut dokumen tersebut, paten teknologi tersebut didasarkan pada eksperimen yang dilakukan pada Oktober 1994 di laboratorium Angkatan Udara Amerika yang berhasil mengirimkan sebuah frase ke dalam kepala seseorang!

Pengembangan teknologi ini diketahui berlangsung hingga tahun 2002.

Tetapi, ternyata bukan hanya pihak militer yang bisa melakukannya. Pada tahun 2007, teknologi semacam ini diketahui digunakan oleh sebuah perusahaan untuk tujuan pemasaran!

Pada Desember 2007, Allison Wilson yang sedang berjalan kaki di New York mendengar suara di kepalanya: "Siapa disana.. siapa disana. Ini bukan imajinasimu."

Belakangan diketahui kalau Allison ternyata dipengaruhi oleh sebuah iklan miniseri berjudul "Paranormal State" yang menggunakan teknologi Holosonic. Teknologi ini bisa mengirimkan suara yang hanya bisa didengar oleh satu orang di keramaian.

Suatu hari nanti, sebuah perusahaan bahkan akan bisa "menghipnotis" kita untuk membeli sesuatu yang tidak kita inginkan!


Mengenai teknologi ini, Dennis Bushnell, Kepala ilmuwan di laboratorium penelitian NASA di Langley, Virginia, berkata: "Hasil penelitian ini sangat sensitif sehingga hampir tidak mungkin diumbar ke publik."

Menurutnya serangan terhadap otak manusia adalah bagian dari strategi perang di masa depan.

Girard yang telah menghabiskan banyak waktu untuk mengungkap teknologi ini percaya kalau pemerintah Amerika terlebih dahulu mengujicobakannya kepada masyarakat sipil sebelum digunakan dalam peperangan yang nyata. Argumen Girard tidak bisa dibilang salah. Selama era perang dingin, pemerintah Amerika terbukti pernah mengadakan uji coba militer dengan cara memberikan radiasi kepada masyarakat sipil. Ini dikonfirmasikan dengan dokumen-dokumen militer yang telah dilepas kepada publik.

Tetapi kalaupun memang benar pemerintah mengujicobakan teknologi itu kepada masyarakat sipil, mengapa mereka memilih Girard?

Menurut Girard, ini mungkin karena pada tahun 1980an, ia pernah mengeluarkan pernyataan anti Bush senior yang waktu itu masih menjabat sebagai wakil presiden dari Ronald Reagan. Ini dikonfirmasikan oleh suara yang pernah didengar di dalam kepalanya.

Girard bercerita:

"Suatu hari, aku sedang bersiap untuk tidur. Lalu aku mendengar satu suara berkata 'Mr.Girard, tahukah kamu siapa yang ada di dalam studio bersama kita?' Ia adalah George HW Bush, wakil presiden Amerika Serikat."

Terdengar aneh, tetapi itulah yang dialami oleh para TI's dari seluruh dunia. Saat ini mereka secara teratur bertemu di dunia maya untuk membagikan pengalaman mereka. Dari hasil diskusi dengan para TI's, diketahui kalau kebanyakan dari mereka mengalami gejala seperti suara berdengung di telinga, adanya manipulasi di beberapa anggota tubuh mereka, mendengar suara-suara di kepala mereka, merasa selalu ada yang mengawasi, adanya sensasi seperti ditusuk di kulit tubuh dan bahkan ada yang melaporkan serangan seksual terjadi atas diri mereka.

Gloria Naylor, salah seorang TI yang menulis buku mengenai pengalamannya berkata:
"Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan mengenai pengalaman ini karena dibutuhkan keberanian yang sangat besar, bahkan mungkin lebih besar daripada yang aku miliki. Namun, aku tidak punya pilihan lain. Saat ini, aku sedang mengadakan peperangan memperebutkan pikiranku. Jika aku berhenti sekarang, mereka akan menang dan aku akan kehilangan diriku sendiri."
Ketika Naylor mulai mendengar suara-suara itu, ia pergi ke psikiater dan meminta pertolongan. Namun psikiater tidak bisa membantunya melenyapkan suara-suara di dalam kepalanya. Pada tahun 2000, ketika ia menemukan forum TI's dan bergabung ke dalamnya, barulah suara-suara itu berhenti. Dan ia tidak lagi merasa diawasi.

Mengenai pengendalian pikiran ini, John Alexander, salah seorang penasehat militer Amerika Serikat berkata: "Kita sekarang berada pada era dimana kita bisa melakukan itu. Dimana batasan-batasan etikanya, itulah pertanyaan tersulitnya."

John memang benar. Namun, bagaimanapun juga, saya yakin kalau dalam waktu dekat, kita akan melihat penggunaaan teknologi itu di dalam peperangan yang nyata.