Aku tak semestinya berpijak diantara ragu yang tak berbatas
hanya matamu yang memanggil ragaku tetapi tak bisa ku dekap
hanya aroma tubuhmu yang bisa kurasakan tetapi,kau tak bisa kumiliki,
aku terus mencari,
dan terus mencari sampai akhirnya ku sadar bahwa diriku,
hanya sisa-sisa keiklasan yang tidak di ikhlaskan
harum mawar membunuh bulan
rahasia tetap diam tak terucap untuk itu semua,
pada semua bisikanmu,
biarkanlah terserah matahari,
mataharipun tak masalah mengagum-ngagumi sang rembulan
yang selalu memberikan keindahan disunyi malam begitu juga diriku
yang selalu mengagumi tingkah laku keindahanmu.
(Terinspirasi dari lirik lagu Payung Teduh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar