Sabtu, 20 September 2014

Fenomena "Jomblo" di Lingkungan kampus. (EDISI REVISI)



Memang terkadang sedikit miris jika  menyandang status jomblo di lingkungan kampus yang notabene banyak wanita-wanita cantik  yang selalu lalu lalang disekitar kampus dan juga di setiap kelas-kelas. Ya, jomblo saya  sendiripun juga sebenernya punya nasib yang sama seperti itu hehe. Cowok jomblo identik dengan pria yang melankolis, tipe cowok perenung yang bisa mengabiskan waktu berjam-jam dikamar dan selalu sedih disetiap waktu malam minggu datang, cowok tukang nongkrong dipojokan warung-warung kampus. Lebih miris lagi di lihat  dari segi gaya penampilannya  juga sangat seadanya tanpa melihat estetika yang enak untuk dipandang mata karena tidak ada seorang partner atau pasanganpun yang bisa menilai dan juga memperhatikan apa yang sedang melekat ditubuhnya.
Add caption
Setiap ditanya, “kenapa kok betah gitu punya  status single lama-lama?”, komentarnya pun juga sangatlah beragam ada yang bilang belum mendapatkan wanita yang cocok sesuai dengan kriterianya,ada yang bilang juga takut menyakiti hati wanita yang dipacarinya tetapi, juga ada seorang lelaki yang mempunyai jawaban yang menurut saya cukup menggelitik hati saya, gini jawabannya "Sebenernya gua bukan jomblo tapi yaa memang belum ada saja wanita-wanita yang beruntung mendapatkan hati saya”. Dan yang lebih mengelitik urat ketawa saya adalah ada lagi jawaban dari teman saya yang rada sedikit nyeleneh menurut saya yaitu,"Gua sebenernya punya pacar tapi pacar gua lagi ngebahagian cowok lain" saya mendengarnya sampai terdiam sejenak dan ingin tertawa tapi saya tahan-tahan takut membuat orang yang sedang saya ajak bicara menjadi salah paham, tapi saya bisa mengambil titik pointnya mungkin orang itu benar, tetapi saya juga bingung karena kenapa orang tersebut bisa  mempunyai pikiran  sejanggal itu? Apa sebenarnya yang mendasari orang tersebut bisa mempunyai pikiran yang sangat memprihatikan seperti itu?

Maka dari situlah saya mulai tertarik untuk menganalisis pola pikir,tingkah laku dan juga cara pandang mereka tentang permasalahan yang sedang menjadi  fenomena dikampus saya ini, di tambah jarang sekali orang yang peka untuk menjadikan sebuah permasalahan ini sebagai topik permasalahan sosial yang sedang dialami oleh mahasiswa - mahasiswa terutama yang berada di ruang lingkup Universitas Trunojoyo. Apa yang sedang mereka alami tersebut bisa saja jika dibiarkan dan di abaikan dapat menyebabkan rongga yang menjadikan pribadi mereka menjadi rapuh dan mengasingkan diri dari lingkungannya, karena mereka merasa kalau mereka adalah pribadi yang gagal dalam hal penerapan berinteraksi dengan lawan jenis. Memang dunia kampus adalah dunia akademis yang tidak bisa dicampur-adukkan dengan masalah hati maupun percintaan, padahal apabila hal itu dapat dipadu-padankan menjadi satu keindahan yang bisa dijadikan sebagai motor penggerak semangat bagi setiap individu untuk giat dalam dunia akademis kampus jika hal tersebut digunakan secara baik dan positif tentunya. Akan sangat meyedihkan bukan apabila seorang mahasiswa terpuruk nilai akademiknya hanya dikarenakan dia tidak mempunyai orang terdekat yang bisa menyuport dia dikala ia membutuhkan sebuah perhatian yang tidak bisa dia dapatkan dari orang tua yang sedang jauh dikampung halaman sana.

Disitulah  peran teman dekat maupun pasangan sangatlah penting bagi setiap orang yang sedang menjalani hidup untuk mengemban ilmu di dunia perkuliahan, jika di umpakan dengan burung pipit dan kerbau, mereka saling bersimbiosis mutualisme. Akan sangat indah jika setiap pasang individu bisa saling memberi, mengasihi, dan menciptakan kedamaian hati agar mereka yang sedang menjalani masa kuliah pun bisa menyerap ilmu secara maksimal.  Tetapi disini juga harus ditegaskan bahwa pacaran dalam hal positiflah yang harus dilakukan bukan pacaran negatif yang malah bisa menjadi bumerang bagi diri kita sendiri dan akhirnya malah menghancurkan cita-cita yang sudah kita rangkai sedemikian rupa dari awal kita menghirup bau gedung kampus yang baru kita jajaki. Akan sangat ironis sekali memang jika mahasiswa tidak bisa membedakan mana pacaran yang baik dan mana pacaran yang hanya bisa menimbulkan banyak rasa penyesalan pada akhirnya, karena pada hakekatnya mahasiswa adalah seorang pelajar yang harus bijaksana dari sejak dalam pikirannya apalagi dalam tingkah lakunya. Jadikanlah sebuah hubungan sebagai mosaik-mosaik bunga menuju pecut semangat untuk menyelesaikan bangku kuliah. Itu berlaku juga oleh mahasiswa yang belum mempunyai pasangan hatinya, janganlah berkecil hati karena kamu adalah orang-orang yang lebih mulia disisi Tuhan karena kamu adalah orang-orang yang tidak akan menyakiti hati siapapun dan lebih memilih mengorbankan hati sendiri dalam kesendirian karena pada hakekatnya pacaran mempunyai resiko juga menyakiti pasangan kamu meskipun kamu tidak menyadarinya. Bagi para jomblo mulailah lebih sering berinteraksi dan membuka diri dalam hal pergaulan agar pasanganpun ikut datang laksana tamu yang sangat kamu damba-dambakan kedatangannya, dan apabila ia sudah datang perlakukanlah dengan sepenuh hati,rawat hatinya karena mungkin ialah yang bisa memberikan semangat kamu disaat orang tuamu sedang sibuk membanting tulang untuk membayar  SPP kuliah dan mempersiapkan uang untuk kamu belikan rokok eceran Djarum Super kesukaan kamu dikala otakmu sedang kram menghadapi tugas kuliah.
Ungkapan single maupun jomblo janganlah dijadikan suatu momok yang menakutkan yang akhirnya malah menjadikan kamu patah arah dan menghancurkan kepribadianmu dimasa kini maupun dimasa depan, justru hal tersebut harus dijadikan sebagai pecut perubah sikap untuk tidak lagi minder didalam lingkungan kampus dan jadikan hal itu sebagai power untuk bisa mengungguli orang yang sudah mempunyai pasangan kalau mahasiswa jomblo yang kurang dalam hal perhatian bisa juga berprestasi dalam apapun baik itu akademik maupun organisasi. Jadikanlah kesendirianmu itu sebagai situasi untuk selalu mengupgrade diri dan juga ilmu pengetahuan, jangan banyak habiskan waktu dalam keterpurukan dan juga kesedihan yang terlalu berlama-lama lebih baik tarik buku, Ya,buku apa saja yang bisa menyegarkan dahagamu dalam hal ilmu pengetahuan itu lebih baik dan juga bermanfaat. Banyak berdiskusi dengan teman yang kamu anggap pandai dan seraplah hal positif ia untuk dijadikan pondasi ilmu pengetahuanmu. Dengan cara seperti itu hidupmu tidak akan diliputi rasa kesepian karena waktu yang kamu pergunakan tidak habis hanya dengan berdiam diri didalam kosan dan berjam-jam meratapi kesendirianmu tetapi kamu menggunakan waktu itu dengan sebaik mungkin untuk kebaikan dirimu sendiri. Jadi, mulai dari kamu membaca artikel saya yang tidak berguna ini, bersegeralah bangkit dan dan tataplah hari esok lebih ceria lagi, karena kesendirian bukanlah takdir bung. Justru jadikan kesendirian itu sebagai waktu untuk bertapa kamu untuk menjadikanmu lebih sakti daripada dirimu yang dulu ataupun yang sekarang. Karena meskipun kamu sekarang dipandang sebelah mata karena berstatus jomblo, orang akhirnya akan sadar bahwa mahasiswa jomblo pun punya semangat yang sama dengan mahasiswa yang mempunyai pasangan dalam segi semangat, hal itu bisa kamu dapati dengan selalu mengingat sosok orang tua yang selalu mensuportmu dalam bentuk kasih sayang khas orang tua, selalu ingat-ingatlah sosok ibumu yang selalu menunggu kapan waktumu akan jadi sarjana nantinya, dan inilah bentuk semacam pil semangat yang tidak akan kamu dapatkan dari kasih sayang yang diberikan oleh pasanganmu kelak apabila nanti kamu mempunyai pasangan ditempat kuliah. Jadilah mahasiswa yang selalu dapat berpikir positif dan selalu bisa mengambil makna positif di setiap situasi apapun karena kesuksesan akan mengundang cinta yang lebih baik. Ayo kita dobrak kebiasaan lama kita yang selalu pasrah oleh kesendirian yang kita alami ini dengan cara selalu berpikiran positif disetiap langkah kaki kita supaya energi positifpun terpancar dari wajah kita dan akhirnya akan memikat lawan jenis agar tertarik dengan kepribadian kita lalu terpancar dari bola matamu dikarenakan kita selalu menebarkan ion-ion positif dan ditangkap juga oleh ia yang sejak daritadi mulai memperhatikanmu diam-diam dari jauh J. semoga saja artikel saya ini bisa menjadi sedikit cahaya bagi jiwa kamu yang sedang gelap dalam kesendirian. Semoga saja..