Minggu, 05 Juli 2015

Sampah



                                                                                                  7 juli 2015


Sudah lumayan lama aku tidak menulis suatu hal yang ada disekitar lingkungan saya, alasannya mungkin masih sangat klise yaitu, malas. Tetapi aku pun baru sadar ternyata malas itupun ada batasnya dan pasti punya titik jenuh. Lihat saja dari gaya penulisanku yang sekarang sudah mulai miskin kosakata, tangan yang mulai kaku tuk mengetik satu ataupun dua paragraph, otak yang sudah mulai tak terbiasa tuk mencari kata-kata yang sesuai dengan realita yang sedang dirasakan.
Tepat di usiaku yang sekarang sudah memasuki kepala dua alias 20 tahun rasanya ingin sekali aku untuk berintropeksi diri dan menguliti diri sendiri apakah masih ada kekurangan yang harus aku rubah. Memang manusia tidak akan pernah bisa menemui kesempurnaan karena, kesempurnaan hanyalah milik Sang Pencipta langit dan bumi. Lantas bagaimana semangat yang dulu menggebu-gebu ingin merubah suatu persepsi tentang keadaaan? Jawabannya mungkin hanya jiwaku yang bisa menjawab secara total.
Pertemanan pun tak jauh dari kata meningkat, memang suatu proses menuju pencarian jatidiri memanglah susah. Banyak kawan yang tadi akrab menjadi hilang, yang tadinya selalu bersama menjadi memilih berjalan tuk sendiri-sendiri, apakah ini adil? Sangat adil aku rasa, karena sebuah proses yang mendapatkan cobaan yang begitu berat maka hasillnya pun akan sepadan.

***
Miris rasanya jika melihat blogku ini, sama seperti judulnya beranda usang, berdebu dikarenakan sudah lama ditinggal dan tak disinggahi oleh si penunggunya. Aku pernah berpikir jika kapasitas dari mahasiswa ditentukan oleh dari cara dia menyampaikan maksudnya melalui kata-kata, tetapi aku? Aku hanya tajam didepan dan lantas tumpuk kebelakang.
Asap rokokpun tak habis-habisnya aku hisap dan hanya bisa membuat 253 kata saja, ironis memang, makanya jika ada orang yang bisa menjaga ideologinya tanpa sekalipun surut semangatnya itulah yang disebut dengan manusia ajaib.
Mau dibawa kemanakah tulisan ini? Mau diapakan kah tulisan ini? Mungkin hanya akan menjadi spam yang tidak berharga dimesin pencarian google. Sampah yang lantas akan di buang dan tak berharga lagi.
   Jika kita berbicara tentang kedalaman makna dari manusia memanglah susah, manusia yang dibekali dengan akal dan pikiran bisa saja sama bodohnya dengan binatang yang tak punya akal jika dia sudah mulai lupa dengan prinsipnya sebagai manusia. Manusia yang dibekali dengan etika sewaktu-waktu akan lupa dengan dirinya jika dia memiliki etika.
Lantas bagaimana dengan prinsipku yang sudah kubuat dengan matang-matang kemarin? Jawabannya mungkin tinggal menunggu waktu saja, waktu yang seiring bom waktu yang terus berdetak dan menghasilkan suatu kesadaran bahwa manusia diciptakan untuk belajar. Ya, belajar tentang suatu kebaikan.