Coba menjadi seorang
pengelana,namun tak berhasil
Terapung mencari sesuatu,
begitu nihil
Masih hangat rasanya
bagaimana ambisi menjadi seorang yang anggun dalam bersikap.
Terus menggali potensi
diri namun, begitulah manusia akan selalu lalai dengan memahami sebuah kehidupan...
Manusia nota benenya akan selalu
memerlukan kitab suci dalam pedomannya, lalu perlu untuk selalu mengingat ibunya
(Tuhan) supaya tidak salah kamar.
Salah bersikap..
Salah berpola pikir..
Salah Kiblat..
Salah Parkir..
Salah persepsi..
Ilusi jiwa yang membawa manusia terkadang
menilai seolah-olah dia makhluk paling superior dalam hebat dalam setiap hal,
Tapi akhirnya aku akui sekarang.
Aku hanya setetes air hina yang diciptakan
dari perilaku biologis, lalu memiliki ruh dan juga akal.
Lantas akal itupun perlu untuk selalu kita
asah.
Penasehat yang paling ulung itu adalah
pengalaman hidup.
Kebingunan itu adalah pencetusnya.
Ya, aku hanya mencoba kembali pada kiblat diriku,
Kembali ke setelan pabrik.
Meskipun hanya menjadi onani diri sendiri,
tak menjadi masalah.
Kembali ke setelan pabrik, tapi dengan
fitur yang baru untuk memandang dunia ini.
Lantas apa lagi yang harus aku perbuat?
Baru nulis lagi.
***
