29 September 2014
Sebenarnya aku sedang tidak ingin
menulis hari ini tapi dikarenakan sedang dipeluk oleh rasa kebosanan, akhirnya
sifat jelek itu terkalahkan juga seraya dengan diriku membuka laptop yang
berdebu ini.
Berbulan-bulan badan ini rasanya
tidak bersentuhan lagi dengan aroma rumah yang membuatku teringat sosok sang
ibu peri yang berjasa memberikanku rasa kasih sayang terhadap diriku sampai
detik ini. Senyumnya, gelak tawa, perhatiannya, sampai-sampai suara
melengkingnya disaat beliau sedang marah semakin menambah butiran hawa rindu
yang tak bisa tertahankan lagi. Teringat disaat diriku ini sering membuat dia
bersedih dengan sifat konyolku dulu, tapi terkadang aku masih berpikir untuk
mengulangi kesalahan itu kembali. Memang dasarnya saja aku memang kurang peka
untuk mengerti perasaan seorang ibu terhadap anaknya, sudah banyak air mata
yang dia tumpahkan oleh sifat nakalku ini.
Tetapi memang benar apa kata pepatah
yang sering sekali aku dengar kalau kasih sayang seorang ibu itu sepanjang
jaman, Cuma dia yang bisa menerimaku apanya, Cuma dia yang bisa membawakan ku
semangat yang luar biasa disaat aku tertatih dengan rasa kesedihan bayangkan,
Cuma dengan mengingat wajah yang sekarang sudah dipenuhi kerut-kerut
dikarenakan tergerus usia aku langsung bisa menemukan kembali semangat untuk
melanjutkan hari esok. Persetan dengan kasih sayang orang lain ataupun wanita lain yang semu
dikehidupanku yang lalu, yang bisa menghangatkan jiwa yang sedang dingin ini
hanya sosok seorang ibu saja.
Sosok ibu dimanapun pastilah
sempurna jika didalam dirinya terdapat kasih sayang yang luar biasa untuk
anaknya, dan beruntunglah aku masih mempunyai itu dari sosok dia yang selalu
menyayangiku tanpa rasa letih sebiji kedelai pun. Rasa sayang, perhatian yang
total untuk diriku mengalahkan semua orang yang kutemui selain ibuku sendiri.
Jadi jika diriku boleh meralat segelintir
pepatah yang mengatakan jika surga itu dibawah telapak kaki ibu itu tidak
sepenuhnya salah karena, bukan hanya surga yang akan kita dapatkan dari sosok
seorang ibu tapi apapun kasih sayang yang ada didunia ini akan kamu rasakan
dari sosok seorang ibu yang sudah mengajarimu apa itu sebuah keindahan didunia
ini semenjak aku lahir dan berteriak didalam dunia yang hampa ini, sampai
seorang pujangga pun akan kehabisan kata-katanya untuk mengutarakan kasih
sayang ibu yang sudah ia dapatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar