Selasa, 21 Oktober 2014

“Bukan hanya Surga yang Berada di Telapak Kaki Ibu”



                                                                                                                    29 September 2014
           


            Sebenarnya aku sedang tidak ingin menulis hari ini tapi dikarenakan sedang dipeluk oleh rasa kebosanan, akhirnya sifat jelek itu terkalahkan juga seraya dengan diriku membuka laptop yang berdebu ini.
            Berbulan-bulan badan ini rasanya tidak bersentuhan lagi dengan aroma rumah yang membuatku teringat sosok sang ibu peri yang berjasa memberikanku rasa kasih sayang terhadap diriku sampai detik ini. Senyumnya, gelak tawa, perhatiannya, sampai-sampai suara melengkingnya disaat beliau sedang marah semakin menambah butiran hawa rindu yang tak bisa tertahankan lagi. Teringat disaat diriku ini sering membuat dia bersedih dengan sifat konyolku dulu, tapi terkadang aku masih berpikir untuk mengulangi kesalahan itu kembali. Memang dasarnya saja aku memang kurang peka untuk mengerti perasaan seorang ibu terhadap anaknya, sudah banyak air mata yang dia tumpahkan oleh sifat nakalku ini.
            Tetapi memang benar apa kata pepatah yang sering sekali aku dengar kalau kasih sayang seorang ibu itu sepanjang jaman, Cuma dia yang bisa menerimaku apanya, Cuma dia yang bisa membawakan ku semangat yang luar biasa disaat aku tertatih dengan rasa kesedihan bayangkan, Cuma dengan mengingat wajah yang sekarang sudah dipenuhi kerut-kerut dikarenakan tergerus usia aku langsung bisa menemukan kembali semangat untuk melanjutkan hari esok. Persetan dengan kasih sayang orang lain ataupun wanita lain yang semu dikehidupanku yang lalu, yang bisa menghangatkan jiwa yang sedang dingin ini hanya sosok seorang ibu saja.
            Sosok ibu dimanapun pastilah sempurna jika didalam dirinya terdapat kasih sayang yang luar biasa untuk anaknya, dan beruntunglah aku masih mempunyai itu dari sosok dia yang selalu menyayangiku tanpa rasa letih sebiji kedelai pun. Rasa sayang, perhatian yang total untuk diriku mengalahkan semua orang yang kutemui selain ibuku sendiri.
            Jadi jika diriku boleh meralat segelintir pepatah yang mengatakan jika surga itu dibawah telapak kaki ibu itu tidak sepenuhnya salah karena, bukan hanya surga yang akan kita dapatkan dari sosok seorang ibu tapi apapun kasih sayang yang ada didunia ini akan kamu rasakan dari sosok seorang ibu yang sudah mengajarimu apa itu sebuah keindahan didunia ini semenjak aku lahir dan berteriak didalam dunia yang hampa ini, sampai seorang pujangga pun akan kehabisan kata-katanya untuk mengutarakan kasih sayang ibu yang sudah ia dapatkan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar