Apakah
yang kamu pikirkan jika mendengar kata “kopi”, sebuah minuman hitam yang
memiliki cita rasanya tersendiri. Minuman yang selalu disediakan disetiap
kedai-kedai kopi pinggir jalan. Selalu di sruput
oleh setiap lapisan masyarakat dari yang kaya sampai si miskin, dari yang
berpasangan maupun yang jomblo. Kopi
laksana teman pasif yang selalu menemani dikala waktu-waktu senggang tak ada
pekerjaan.
![]() |
| Ilustrasi : Blog Sebelah |
Terlihat sederhana tetapi memiliki nilai
inspirasi tersendiri, itu mungkin yang bisa menggambar dari segelas kopi. Kopi, minuman hitam yang memiliki rasa
sedikit pahit ini jika kita resapi dengan mendalam, sebenarnya memiliki
keindahan filosofinya sendiri. Sudah banyak buku-bukupun menjelaskan dari
segelas kopi itu terkadang dapat menimbulkan suatu inspirasi tersendiri bagi
setiap penikmatnya. Lantas bagaimana cara kita menikmati segelas kopi ini?
Jawabannya pun subjektif tergantung
suasana maupun pribadi masing-masing penikmatnya.
Baik
sang penikmatnya itu sedang dilanda pikiran sakit jiwapun terkadang kopi bisa
sebagai penawar obat penenangnya, begitu hebat bukan dampak non medis yang
diberikan dari segelas kopi apa mungkin ini hanya perasaan penulis saja yang
memang notabene adalah penikmat maniac dari kopi sendiri, sedikit subjektif
memang. Tapi memang dari ruang subjektifitas itu juga lapisan masyarakat yang
menikmatinya sama seperti tulisan di paragraf pertama tadi.
Kopi
yang dari cara penyajiannya pun beragam ada yang menggunakan mug besar, cangkir
kecil yang dibawahnya disediakan piring kecil dengan bau aromanya yang khas,
seolah-olah disetiap aroma tersebut siap meledakkan batu inspirasi didalam
kehidupan kita ini. Jika kita amati dari segelas kopi, memang banyak sekali
filosofi kehidupan yang bisa kaitkan satu dengan lainnya. Contohnya saja
mengapa minuman tersebut memiliki warna hitam? Tentu seperti kehidupan pula
yang selalu memiliki banyak warna-warna
yang jika dicampurkan akan menjadi warna hitam, tetapi jika kita pintar untuk
menikmati hidup ini warna hitam itupun akan terasa nikmat dan indah. Rasa kopi
pun beragam ada yang pahit dan juga ada yang manis dan juga yang kedua-duanya
rasa itu sasling tercampur, jika kita hubungkan dengan kehidupan ini, memang
benar sekali jika hidup ini pun terkadang ada rasa pahitnya dan juga manisnya,
manis pahit kehidupan ini memang tidak bisa kita hindari, tetapi jika kita bisa
meramunya dan juga memandang hal tersebut sebagai hal yang bisa dinikmati di
kala senja dan bisa menjadikan hal pahit manis itu sebagai guru dalam kehidupan
kita diwaktu mendatang kenapa tidak? Dan juga menikmati kopi pun jangan terlalu
berlebihan, sama seperti halnya kehidupan ini, juga harus seimbang tidak boleh
berat sebelah tidak boleh terlalu dipahit-pahitkan dan juga tidak boleh terlalu
manis, karena jika terlalu manis apa nantinya tidak akan menimbulkan rasa mual,
maupun penyakit diabetes?
Dari
situlah banyak nilai guna dan positif dari segelas kopi jika kita menela’ahnya
dari segi keterkaitan hal tersebut dengan kehidupan. Kehidupan layaknya segelas cangkir kopi, yang
dalamnya banyak sekali warna, dan juga rasa. Manusia harus kuat dengan semua
rasa pahit kehidupan ini dan juga pintar dalam mengambil hal positif dari
setiap masalahnya. Kopi yang mengajarkan kita bagaimana cara berpikir tenang
dan tidak gegabah dalam menyikapi sebuah kehidupan. kopi akan berubah menjadi
sebuah minuman yang nikmat setelah awalnya digiling dulu tuk serbuk kopi dan
menjadi sebuah minuman yang kya dengan cita rasa, begitu juga kehidupan harus
melewati proses dan menghargai proses tersebut, karena tidak hidup yang indah
tanpa melewati sebuah proses yang panjang juga.
Hitam
warna minumannya bukan berarti tidak enak juga rasanya. Jangan menilai sesuatu
dari bentuk fisiknya saja. Rasakan dan nikmatilah terlebih dahulu ambil lah
sisi positifnya dari setiap rasa kopi begitupun dengan rasa kehidupan ini.
kehidupan ini bukan laksana bola-bola permen yang akan selalu manis dalam
setiap jengkal kehidupan. Hidup ini diciptakan dengan berbagai rasa oleh sang
penciptaNYA agar kita bisa menemukan rasa manisnya dikemudian hari. Layaknya
kopi jika kamu baru merasakannya sekali akan terasa aneh dimulut, tetapi jika
kita bisa menemukan sisi kenikmatannya sendiri dan juga filosofi yang kita
dapat setelah meminum kopi, maka dunia inipun seperti secangkir kopi, rasa pahit manisnya begitu nikmat jika kita
pintar cara menikmati kehidupan ini, betul bukan, bagaimana menurut anda?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar