Sabtu, 17 Januari 2015

SUMPAH PEMUDA! Sumpah yang Seperti Apa?



“Kami putra-putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia. Kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa satu bangsa Indonesia. Kami putra-putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Mungkin inilah yang sering diteriakan oleh setiap pemuda-pemuda Indonesia  pada setiap peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober. Tetapi kerap kali didalam jiwa mereka masih menyimpan pertanyaan, “apa sebenarnya arti dari sumpah itu sendiri?” Dalam KBBI diartikan sebagai mengikrarkan suatu tujuan dari dalam hati sang membuat ikrar dengan segenap jiwanya.

http://mrwoko.files.wordpress.com/2010/03/karikatur.jpg

Dari situpun kita mulai menemukan kebingungan lagi tujuan yang seperti apa? Toh kita tidak hidup di zaman disaat Mohammad Yamin sedang menuliskan sumpah tersebut, jadi apa sebenarnya yang harus kita implementasikan untuk memperingati hari sumpah pemuda itu sendiri? Sedangkan pemuda jaman dulu dan jaman sekarang sudah banyak sekali pergeseran moral dan pola pikirnya. Sumpah pemuda pada dasarnya adalah suatu penanaman rasa nasionalis dan demokratis bernegara sebagai wujud rasa cinta kita terhadang tanah air ini dan hal itu bisa kita tunjukan dengan cara menciptakan rasa toleransi antar suku bukan dengan sesama pemuda Indonesia malah saling menjatuhkan apalagi sampai baku hantam karena hal seperti ini bukanlah cerminan dari sebuah sumpah pemuda itu sendiri.

Pemuda yang hanya mementingkan kepentingan individu ataupun kepentingan organisasinya, contoh konkritnya banyak mahasiswa mudah ditunggangi oleh kepentingan perut elit politik saja dengan ‘embel-embel’ untuk memperjuangkan kepentingan rakyat banyak, masyarakat yang seperti apa yang mereka perjuangkan sedangkan mereka masih menutup mata melihat fenomena saudara sendiri yang sedang menahan lapar dikarenakan belum makan seharian, ironis bukan?

Sumpah pemuda jangan hanya kita pahami dari kulit luarnya. Pemuda yang dikenal dunia adalah pemuda yang santun tetapi kritis dalam hal berpola pikir dan juga mempunyai semangat juang yang tinggi dalam hal yang benar dan  itu harus kita tumbuhkan lagi dalam setiap jiwa-jiwa pemuda Indonesia.

Apakah kita tidak malu dengan pemuda-pemuda jaman dulu yang sudah mengorbankan tenaganya bahkan jiwanya tetapi malah kita isi waktu kemerdekaan ini dengan saling adu jotos dengan sesama pemuda Indonesia. Sumpah pemuda tentunya bukan sembarang sumpah yang hanya diteriakkan sesaat kemudian dilupakan, namun lebih dari itu mampu mengobarkan semangat persaudaraan, persatuan, dan nasionalisme. Kala itu, sumpah pemuda berperan penting atas bangkit dan bersatunya seluruh rakyat Indonesia melawan penjajahan, niat yang muncul dari hati tanpa iming-iming, yang ada hanya harapan untuk merdeka, dan mereka hanya punya pilihan merdeka atau mati!

Kini, kemerdekaan sudah diraih, negara ini sudah berkembang, walaupun masih kembang kempis. Kita semua rakyat Indonesia tentunya harus memiliki satu tekad, meneruskan perjuangan para pendiri bangsa ini. Kemerdekaan yang mereka persembahkan harus diisi, dan tentunya semangat sumpah pemuda harus digelorakan dengan berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila.

Perjuangan untuk mengisi kemerdekaan saat ini tentunya tidak mudah, banyak hambatan yang didapatkan, mulai dari terganggunya stabilitas dalam negeri, ketersinggungan persoalan kedaulatan, pengklaiman budaya oleh negara lain, hingga pembangunan yang belum merata secara ekonomi, sosial, dan politik. Disinilah peran pemuda Indonesia untuk ikut serta dalam mempercepat stabilitas dinamika kendala dengan cara berkaca pada semangat sumpah pemuda itu sendiri. Jika tidak segera bergerak kita para pemuda Indonesia, apa kita ingin negara kita yang sudah dibangun oleh para pemuda pioner dimasa lampau cuma akan menjadi sisa tulang belulang tanpa arti dan dampak dari itu semua adalah label bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang mudah lupa dengan sejarahnya dan bangsa yang pemudanya hanya pintar bersumpah tetapi hanya sumpah kosong tanpa realisasi yang berarti? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar