Sabtu, 20 Desember 2014

Dulu angkat bambu runcing, sekarang angkat buku kalian



Mahasiswa yang pada dasarnya adalah insan akademik yang dituntut memiliki wawasan yang luas tentang segala aspek. Namun, dalam penerapannya masih jauh dari hal tersebut. Mahasiswa adalah kaum intelektual yang berwawasan luas, dengan hal demikian maka dalam hal aktifisitas membaca untuk menambah wawasan di rasa perlu untuk ditingkatkan. Proses membaca adalah proses yang sangat penting dalam hal meningkatkan wawasan yang belum tentu didapatkan di ruang kelas. Sebelumnya kita harus menyadari bahwa mahasiswa saat ini cenderung lebih memfukoskan diri terhadap kehidupan pragmatis cenderung instan dalam meningkatkan kualitas diri. Untuk menanggapi fenomena tersebut, tidak terlepas dari peran mahasiswa untuk memahami salah satu dari tri fungsi mahasiswa sebagai agen perubahan. Dalam hal ini apa yang harus di rubah jika dalam pemikiran dan tingkah lakunya untuk menyikapi perubahan hanya tetap dan tidak bertambah dalam hal suplai pengetahuan.
            Terasa canggung, jika seorang mahasiswa tidak memiliki konsep belajar dan kerangka pemikirannya sendiri karena teracuni oleh doktrinasi sana-sini tanpa tahu mana hal yang perlu dan patut untuk dijadikan landasan dalam menyikapi segala hal. Dampak dari itupun akan tercermin dari perilakunya yang seolah-olah selalu jadi pengekor terhadap sesuatu yang salah. Sesuatu yang salah itu bisa menjadi benar ketika terlalu mainstream. Hal itu dianggap biasa dan diyakini sebagai konsep kebenaran. Dalam hal untuk mengantisipasi adanya keracunan dalam mengkonsumsi suatu kebenaran yang bermacam-macam, perlunya kebutuhan membaca sebenarnya juga bisa menstimulus otak kita agar peka untuk memahami gelaja-gelaja yang sedang terjadi disekitar kita. Membaca, juga melatih kita untuk bisa lebih mengerti dan memahami mengenai banyak hal dan yang terpenting tidak membiarkan kita untuk menyandarkan pengetahuan kepada dosen, senior, pembimbing atau semacamnya.
            Sebenarnya sudah banyak hal yang terkait dengan peningkatan minat baca dilingkungan kampus kita seperti halnya ruang baca, perpustakaan, hingga tempat untuk berdiskusi. Tetapi kurangnya  kesadaran mengenai pentingnya budaya membaca dari kaum akademik kampus ini, membuat fasilitas untuk mengembangkan pengetahuan seakan tidak dimanfaatkan. Mahasiswa, dosen, dan pelaku akademik cenderung tidak memanfaatkan fasilitas tersebut untuk beraktifitas layaknya kaum intelektual. Membaca hanya mengganggu aktifitas istirahat saja, apakah memang seperti itu budaya yang secara sengaja tercipta dengan sendirinya karena kebiasaan yang cenderung hanya itu-itu saja. Hal ini bisa di rasakan dampaknya, banyak dari mahasiswa mengeluh jika di beri tugas paper, artikel, dan tugas tulis menulis lainnya bukan karena mereka malas. Namun, lihat apakah mereka paham mengenai apa tulisan yang akan di tulis sedangkan membaca saja hampir nihil. Untuk hal  demikian, maka membaca jadi hal yang penting dalam mengembangkan wawasan dan kemampuan kita dalam hal menulis. Mengapa demikian? Coba kita renungkan sejenak, apakah dengan tidak membaca kita dapat menulis tentang banyak hal. Apa yang mau di tulis jika perbendaharaan kata saja kita minim. jika kita sudah berfikir demikian, dengan membaca otomatis terasah untuk aktif menulis dan lebih menghargai sebuah kemurnian pengetahuan.
            Apalagi dalam memperingati hari pahlawan yang di tanggal 10 Nopember kemarin kita rayakan. Pahlawan yang bersemangat rela mengorbankan segenap jiwa dan raga untuk memerdekan bangsa ini. Apakah kita akan mengisi kegiatan-kegiatan untuk memperingati hari dimana prosesi perjuangan kemerdekaan ini dengan cara bersantai ria, bersenang-senang. Dengan begitu kita sudah aman karena telah merdeka dan berhak melakukan apa saja. Bukankah hal tersebut lebih menarik di banding dengan aktifitas membaca buku. Bukan karena sebuah kemerdekaan kita di tuntut untuk tetap berkarya dan bukan karena pahlawan pula kita membaca. Membaca hanya untuk sebuah kesadaran bahwa saat ini bangsa Indonesia membutuhkan sosok pemuda harapan bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar