Judul
Buku: Pintu Terlarang
Penulis:
Sekar Ayu Asmara
Tebal:
241 halaman
Cetakan:
1, Mei 2004
Penerbit:
PT. Andal Krida Nusantara
Perfectin, perfection, perfection
tiga kata kunci dalam meraih keberhasilan hidup yang kita inginkan (Pintu
Terlarang/2004)
Sebuah
novel yang mengajarkan kita tentang bagaimana kekuatan imajinasi manusia
tidaklah terbatas, bahkan orang gila
pun yang kita anggap tidak bisa berpikir secara waras juga memiliki sebuah
imajinasi yang hebat dan hal itu dicerita dalam alur novel ini.
Gambir,
dalam tokoh utama ini diceritakan sebagai sebuah seniman yang hebat, dari
tanganlah tercipta banyak patung yang bernilai jual tinggi, banyak hal unik
lain yang akan terjadi dalam alur cerita didalamnya yang menurut penulispun
tidak dapat ditebak sebelum.
Novel
besutan Ayu Sekar Asmara ini sangatlah
unik dalam segi alurnya dan memotivasi saya sampai buku ini habis. Dengan bahasa
yang tidak begitu ngejelimet, novel
ini sukses memberikan suatu pelajaran bahwa didalam teknik kepenulisan pun
seorang penulis bisa membuat strategi dalam alur cerita novelnya
Dengan
tebal 241 halaman, buku ini menyuguhkan banyak kejutan-kejutan didalamnya. Sekar
penulis dalam buku ini menggulirkan kisahnya menggunakan tiga perspektif.
Pertama, dari perspektif Ranti (orang pertama) yang menceritakan investigasinya
terkait seorang lelaki gila yang terkurung dalam sel isolasi. Kedua, dari
perspektif si lelaki gila (orang pertama) yang mengurai kehidupan mengenaskan
yang dialaminya. Cerita si lelaki gila ini dicetak miring, kecuali bagian
pamungkas (bab 38). Ketiga, kisah Gambir dan Talyda, diceritakan dari sudut
pandang orang ketiga. Mencapai penghujung novel, ketiga cerita ini akan
berkelindan menghasilkan twist yang menggetarkan.
Novel
ini menegaskan kualitas Sekar sebagai pengarang brilian yang mampu
mengaduk-aduk emosi dan pikiran pembaca. Hal serupa ditampakkannya dalam film
Belahan Jiwa yang skenarionya ia tulis sendiri. Belahan Jiwa mengisahkan
persahabatan empat perempuan yang terlibat asmara dengan seorang lelaki yang
sama. Kisah dalam film ini diakhiri dengan sebuah twist ending yang tidak
terlupakan. Efek yang ditimbulkan membaca Pintu Terlarang hampir sama dengan
efek yang dihasilkan menonton Belahan Jiwa. Kita harus menyimak tuntas kisahnya
sebelum pemahaman terbentuk di dalam benak. Dengan gesit, Sekar berhasil
mengggiring drama psikologis menjadi thriller yang mengguncang.
Lantas
pantaslah jika novel inipun pernah di angkat ke layar lebar yang di sutradarai
oleh Joko anwar, Buku yang di terbitkan oleh PT. Andal Krida Nusantar dengan cetakan
pertama pada tanggal 1 mei 2004 dan mendapatkan respon yang baik dari pembaca
Hal
yang paling dalam novel ini bahwa sang penulis ingin menegaskan bahwa perlu
adanya didikan yang intens dalam mendidik seorang anak dan janganlah
menggunakan perlakuan kasar dalam mendidiknya, karena hal itu dapat membuat
suatu memori kelam dalam diri anak itu sendiri hal itulah yang terjadi dalam
masa kecil Gambir tokoh dalam buku ini yang sebenarnya memiliki pengalaman
buruk didalam masa kanak-kanaknya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar